Selamat Jalan Jenderal

Saat datang, sunyi menyelinap dan bermukim dalam hati
Kemudian menelan dan membawa kita untuk abadi bersamanya…(sang ilalang)

Saya tidak terlalu paham dunia politik malah cenderung apatis (karena saya melihat begitu bobroknya, mendingan otak-atik komputer dan buat puisi). Saat pak Harto di hujat setelah lengser saya merasa sangat iba, rasa kemanusiaan saya terketuk, apalagi pada saat beliau kritis, beberapa politikus ngomong sana-sini, menghujat.
Rasa kemanusiaan saya terketuk ketika beliau di rawat di Rumah Sakit, tergolek tak berdaya dengan alat bantu yang dipasang di sekujur tubuh. pada saat seperti itulah kita bisa melihat bahwa kekuatan dan kekuasaan hanya bertahan sementara. Hanya kesunyian yang menurut saya abadi.
Hari ini beliau sudah istirah dalam pelukan bumi, dan tiba saatnya juga untuk mengetuk hati kita masing-masing untuk ikhlas memaafkan.
Selamat jalan Jenderal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: