Sertifikasi Guru dan Kebangkitan Pendidikan


Pada medio tahun 2007 dan awal tahun 2008, guru-guru SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten dan Kota Bima, diundang ke Mataram untuk melaksanakan Diklat sertifikasi selama 10 hari. Nguping-nguping dari teman-teman yang pernah ikut, bahwa Diklat tersebut dilaksanakan untuk melengkapi syarat untuk menjadi guru yang profesional dan berkualitas. Selama pelaksanaan Diklat, guru-guru di bimbing tentang cara mengajar yang disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang dan bagaimana cara mengelola kelas (dalam hal ini siswa) dengan baik.
Ini merupakan upaya pemerintah untuk memajukan pendidikan yang sudah demikian jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Setelah lulus, para pendekar pendidikan tersebut akan mendapatkan gaji yang lumayan (lumayan untuk nutupi utang di bank..:).).
Selama ini, jauh sebelum saya menjadi guru, nasib pendidik di tanah air kita khususnya di Kab. dan Kota Bima sangat memprihatinkan dan sampai sekarang, seiring perjalanan waktu beban guru untuk memberikan materi pelajaran sangat berat, dimana guru dituntut untuk selalu meng-update ilmunya sehingga dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), seorang guru dapat mentransfer ilmu terbaru yang dimilikinya kepada peserta didik.
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah dimana para guru dapat memperoleh ilmu-ilmu yang terbaru?. Ilmu pengetahuan selalu berlomba dengan waktu dan modal. dan untuk mencukupi ilmu pengetahuan para guru sering keteteran dan tertinggal, alasan yang paling utama adalah masalah gaji yang sangat rendah sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sangat sulit apalagi untuk mengupdate ilmunya.
Kini, setelah adanya sertifikasi dan peningkatan penghasilan, hal-hal tersebut mudah-mudahan tidak terjadi lagi, karena dengan modal yang dimilikinya para guru dapat melengkapi dirinya dengan alat bantu (misalnya laptop/komputer, lcd, Camera, de..el..el), buku-buku yang terbaru baik berkaitan langsung dengan pendidikan atau buku penunjang lainnya, sehingga dengan demikian PBM yang membosankan selama ini bisa lebih interaktif dan bergairah dan pada akhirnya dapat membangkitkan pendidikan ke arah yang lebih baik.
eh.. tunggu dulu mungkin itu hayalan, sebab yang saya dengar alih-alih untuk membeli perlengkapan mengajar, malah banyak yang saya dengar guru-guru menghayal untuk beli mobil weleh..weleh..(termasuk saya juga kepikiran…:)), ato mungkin mobil juga termasuk perlengkapan mengajar sebab gak peduli hujan, kan guru bisa ke sekolah..he..he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: