Dua Puluh Lima Juli

Musim silih berganti melewati wajahku
Menyisakan jejak kerutan
Seperti peta yang coba kau susuri dalam kesunyian
Kaupun memanen ubanku, memetiknya satu-satu,
Kau kumpulkan sembari melukis wajahku yang semakin menua

Kau baca tanda zaman melindas wajahku
Datang dan pergi tanpa minta persetujuan
Menggerus senyuman yang kususun dari puing kesabaran

Seperti sejarah yang hilang,
angka-angka terhapus dari almanak
tapi aku masih menulis catatan harian
tentang perjalanan menuju senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: