Internet Untuk SMAN 1 Belo (Cenggu)

Tepat 1 minggu sejak tanggal 18 sampai tanggal 25 November 2008, pemasangan wireless jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) yang menghubungkan modem dan router yang ada Dinas Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olah Raga) ke SMAN 1 Belo dilakukan dengan kerja keras dan tidak mengenal jam kerja. Target utama kami adalah bagaimana SMAN 1 Belo bisa terkoneksi ke internet.
Berbagai macam kendala yang dihadapi oleh tim kami kadang membuat stress tapi karena sering becanda pada saat pemasangan, jadinya kondisi stres bisa ditekan.
Kondisi Kabupaten Bima kalau dilihat secara geografis memang sangat sulit untuk penetrasi internet melalui wireless, hal ini disebabkan karena banyaknya gunung yang memisahkan antar desa/kecamatan, sehingga sinyal wireless tidak sempurna bahkan terhalang sama sekali.
Rencana awal pemasangan wireless yaitu dari kantor Dikpora, antene grid parabolic di arahkan pada SMPN 1 Soromandi, kemudian di arahkan lagi ke salah satu titik di sekitar Talabiu, baru kemudian di tembakkan ke SMAN 1 Belo.
Tapi rencana ini gagal, karena posisi SMPN 1 Soromandi, tidak strategis dan terhalang oleh gunung di sekitar panda. Untuk mencoba rencana ini kami menghabiskan waktu 3 hari tanpa memperdulikan cuaca. Segala daya upaya yang kami lakukan tidak membuahkan hasil, posisi antene grid yang kami pasang di Talabiu tidak mampu menangkap sinyal radio yang dipancarkan dari SMPN 1 Soromandi. Dalam posisi yang tertekan kami dikejutkan lagi dengan adanya berita duka yang menimpa salah satu anggota tim.
Gagal skenario pertama, kami mencoba skenario ke dua. Rencana saya bersama tim (the tower men : akmal dan nanang) Antene Grid yang menangkap sinyal dari Dikpora dipindahkan ke salah satu titik di O’O, Donggo. Untuk melancarkan skenario tersebut kami melakukan survey lapangan untuk melihat langsung kondisi real lokasi yang kami tuju.
Selama pelaksanaan kegiatan, dukungan penuh diberikan oleh Pak Taslim (Kepala Sekolah SMAN 1 Belo), termasuk pada saat survey, di sela-sela kesibukannya sebagai kepala sekolah, beliau meluangkan waktu menemani kami untuk melakukan survey ke Donggo.
“Anggap ini perjalanan wisata”, demikian kalimat yang keluar dari mulut Pak Taslim saat perjalanan menuju Donggo. Perjalanan yang sangat menyenangkan, sedikit dapat menghibur pikiran yang dalam kondisi tertekan.
Setelah tiba di O’O, kami disuguhi pemandangan yang sangat menarik (wow…bima memang indah, meskipun gersang), cuaca yang sejuk dan semua daratan dan lautan Bima dapat terlihat dengan mata telanjang, menghapus penat saat perjalanan.
Ada 2 lokasi yang sangat strategis untuk dipasangi antene di daerah O’O, yaitu di SDN Inpres dan di PLN. setelah tanya kiri-kanan, kami lalu mencoba menghubungi Kepsek Inpres O’O untuk meminta izin penggunaan lahan untuk pemasangan pipa antene. Tapi sayang saat kami bertandang beliau tidak ada di tempat. Gagal maning….gagal maning.
kami lalu mengumpulkan kembali informasi tentang orang dalam PLN untuk memperlancar rencana berikutnya yaitu memasang antena di tower yang dimilik oleh PLN. Ada sedikit pencerahan, ketika tau bahwa Kepala Bagian Jaringan intranet PLN masih keluarga dari Pak Taslim.
Meskipun begitu, kami mencoba merancang skenario berikutnya seandainya rencana pemasang di Donggo mengalami hambatan. Doro NaE merupakan rencana terakhir.
Tepat juga yang kami pikirkan sebelumnya, rencana untuk PLN gagal.
Ya, sekarang kami jalankan rencana terakhir. Mata dan pikiran sudah tertuju pada Doro NaE.
Untuk izin penggunaan tower telkom, tidak terlalu dipersoalkan, karena sejak menggeluti dunia IT dan dipercaya untuk menyebarkan internet untuk pendidik dan bergaul dengan segala macam alat-alat wifi dan internet, saya akhirnya kenal dengan petinggi-petinggi telkom.
Semua alat-alat yang kami pasang sebelumnya di SMPN 1 Soromandi, kami bongkar, pindah lokasi.
Doro NaE merupakan gunung yang strategis untuk menghubungkan wilayah-wilayah di Bima, terbukti dengan banyaknya alat-alat wifi dan radio komunikasi yang terpasang di sana. Mulai dari Tower milik PT. Telkom, Tower TVRI, Tower milik PLN, belum lagi alat-alat lainnya yang menumpang di tower-tower tersebut.
Jalan menuju Doro NaE tidak terlalu bagus, tanjakan dan turunan sangatlah ekstrim, untuk menuju ke sana berdasarkan jarak sekitar 12 KM sampai menuju puncak di ukur dari gerbang untuk naik ke atas gunung tersebut.
Pada saat menuju ke sana, hujan lebat mengguyur kota Bima, tapi tidak mampu menghalangi tekat kami untuk cepat memasang perangkat di atas puncak tower. sebelumnya alat-alat penting seperti laptop dan aksesoriesnya telah kami bungkus dengan plastik.
Setelah sampai di puncak gunung, hujan telah reda, kesempatan ini tidak kami sia-siakan. Saya bersama nanang memanjat tower, Pak Ramiaji membantu di bawah.
Antene Grid beserta wireless telah di setting, dan telah di arahkan pada posisi kantor Dinas Dikpora, kami hanya dapat mengira-ngira posisi kantor, meskipun cuaca tidak lagi hujan, tetapi awan masih menutupi hampir seluruh kota. Saya memeriksa signal strength (kekuatan sinyal) di laptop masih sangat kecil, setelah antene digeser beberapa derajat, hoopla, sinyal bertambah secara signifikan (full). Antene kemudian di kunci oleh Nanang, dan di Doro NaE di atas tower kami bisa internetan untuk mencoba kualitas kecepatan browsing.
Berikutnya, kami pasang antene yang mengarah ke Talabiu. Setelah selesai, memasang dan mengeset alat, sore sampai malam kami melanjutkan kerja di Talabiu, target kami minimal malam itu, Talabiu sudah bisa tersambung ke internet. Kerja keras berbuah hasil, 70 % rencana telah berhasil diselesaikan.
Keesokan harinya, target terakhir yaitu SMAN 1 Belo. Boleh dikata untuk finishing tidak terlalu mengalami kendala berarti, gangguan-gangguan kecil tetap ada, tetapi secara keseluruhan kami telah mencapai target untuk menyambungkan internet dari Dinas Dikpora sampai ke SMAN 1 Belo.
Sekarang SMAN 1 Belo sudah bisa menikmati hasilnya, internet online 24 jam bisa dinikmati (kecuali mati lampu, dan ini merupakan penyakit di Bima).
Sungguh ini merupakan kerja keras untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bima. Rasa capek dan stress terbayar saat paman google terpampang di monitor laptop milik kawan-kawan guru di sana.
Saya pribadi merasa salut dengan kepemimpinan Pak Taslim di sekolah tersebut yang mau maju dan berkembang tanpa memperdulikan dana yang dikeluarkan. (saya ingin mengulas pandangan-pandang hasil diskusi saya dengan beliua untuk kemajuan pendidikan pada tulisan khusus di blog saya).

Thanks alot : Pak Taslim (Great Big Bos) beserta istri, Pak Ramiaji, Pak Budi, Pak Yudi, Kak Nur, Fatmawati dan tidak lupa Pak Agung Rupawan (Helpdesk Jardiknas Dinas Dikpora Kab.Bima)
Selamat menikmati dunia tanpa batas dan perpustakaan raksasa

3 responses to this post.

  1. Posted by haikal on December 13, 2008 at 2:57 pm

    bener juga ya
    pemandangannya indah….

    *jadi pengen ke bima*

    Reply

  2. Posted by amanmbojo on December 23, 2008 at 4:19 am

    salam kenal bang…

    hmmm…apresiasi saya sampaikan buat abang yang dengan susah payah mau memajukan IT di bima (yang juga cita2 saya:) )

    saat ini speedy udah masuk blm bang di bima? btw, untuk pemasangan wifi di SMA 1 Belo menghabiskan dana berapa?

    Reply

  3. Posted by olanuxer on December 23, 2008 at 8:20 am

    trims telah berkunjung aman, speedy sudah masuk bima n sedang promo sekarang. Ayo kita sama2 memajukan IT di Bima, kita sudah lama tertinggal.
    untuk pemasang di SMAN 1 Belo menghabiskan dana sekitar 29 juta, solanya banyak repeater yang dibangun

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: