Teh Manis

My Beloved: Siti Maryam Rosilawati

Kita reguk berdua segelas teh manis ini, kasih
Untuk basahi kerongkongan kering,
Akibat kemarau yang menari-nari mencaci hujan.
Agar tidak kita rasakan pahit malam
Yang telah kita daki di bawah rintihan bulan.

Kamu adalah perempuan perkasa
Dan aku berlindung di lembut hatimu
Dalam kubangan penat yang hantarkan Alfa dan Jiwa tertidur
Kau ajak aku untuk berdzikir.

Engkaulah lautan kalimatku
Untuk ajarkan anak kita mengeja Eja
Dan mengembara dalam lompatanlompatan waktu.

Kita reguk berdua segelas teh manis ini, kasih
Saat alunan musik bon jovi,
Meninabobokan malam yang mulai mendengkur.

2 responses to this post.

  1. Posted by sawali tuhusetya on October 22, 2009 at 6:59 pm

    hmm … teh manis ternyata bisa menjadi sumber inspirasi utk bikin puisi yang mantab. diksinya menarik, kesan romantiknya cukup menyentuh.

    Reply

  2. Posted by http://elfahrybima.blogspot.com/ on November 2, 2009 at 2:09 pm

    Ngeteh dulu, baruuu……….???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: