Harapan Kami Pada Pundak Tuan-Tuan

Hiruk pikuk, celoteh-celoteh para pengamat politik, berita-berita televisi, radio, surat kabar dan internet, tentang orang-orang yang akan menduduki singgasana menteri terjawab sudah. Kini kepala kita tidak lagi terbentuk tanda tanya yang sangat besar, yang besarnya hampir sama dengan gabungan mulut-mulut orang yang memberikan apresiasi terhadap pengangkatan person-person pada kabinet Indonesia bersatu jilid II.
Dari puluhan nama-nama menteri yang berderet dari berbagai lapisan, kalangan, jabatan dan fungsi, saya hanya membidik 3 orang menteri, yang memang sedikit banyak bersinggungan dengan bidang kerja yang saya geluti, yaitu di bidang pendidikan dan kaitannya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Menteri Pendidikan Nasional.
Jabatan Mendiknas sekarang di pegang oleh Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh, DEA., Beliau juga merupakan mantan Menkominfo pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I. Dilihat dari latar belakang pendidikan dan profesi yang digelutinya sebelum menjabat sebagai menteri, dapat disimpulkan bahwa beliau adalah seorang pendidik dan bergerak dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pria kelahiran Surabaya tanggal 17 Juni 1959, pernah menjabat sebagai rektor ITS pada tahun 2003-2006. Harapan besar untuk memajukan pendidikan kini telah dibebankan oleh rakyat Indonesia pada pundaknya. Carut marut pendidikan, mahalnya biaya, pengelolaan pendidikan yang buruk, dan sederet masalah-masalah lainnya merupakan pekerjaan rumah yang sangat berat yang harus secepatnya dicarikan jalan keluar untuk mengatasinya.

Menteri Komunikasi dan Informatika.
Ir. Tiffatul Sembiring, merupakan politisi kawakan yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jabatan beliau sebelum menjadi menteri adalah Presiden PKS (dari presiden menjadi menteri, berarti beliau turun pangkat🙂 ). Setelah mencermati biografi beliau, ternyata basisnya merupakan orang IT. Dalam pandangan berbagai pengamat, beliau merupakan orang yang cocok untuk jabatan menkominfo. mudah-mudahan pandangan mereka tidak keliru, mengingat kesenjangan digital di Republik Indonesia tercinta ini, sangat tinggi. Janji beliau untuk menginternetkan 100 desa pada awal tahun 2010, semoga bisa terwujud.
Menteri Negara Riset dan Teknologi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayakan jabatan menristek kepada Drs. H. Suharna Surapranata, MT. Pria kelahiran Bandung 54 tahun yang lalu, merupakan salah satu kader terbaik dari PKS. Menamatkan pendidikan pada FMIPA Fisika, Universitas Indonesia pada tahun 1978, menempuh pendidikan untuk gelar Master pada Computer Science University of Tsukuba, tahun 1986. Disamping itu beliau juga sebagai pendiri Yayasan Nurul Fikri, yang bergerak di bidang pendidikan baik formal (sekolah) maupun informal (lembaga pendidikan dan bimbingan belajar).
Tiga menteri di atas memiliki latar belakang pendidikan yang hampir sama. Meskipun ditempatkan pada posisi yang berbeda, tetapi semuanya memiliki benang merah, yaitu memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau membuat Rakyat Indonesia lebih melek teknologi, dalam kapasitas masing-masing.
Ditengah terpuruknya kita dalam berbagai krisis, pendidikan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berbasis rakyat merupakan pilihan yang harus dilakoni. Hanya dengan menggunakan Free and Open Sources Software, Indonesia bisa berdaulat. Banyak proyek Diknas, yang mengharuskan untuk memakai Sistim Operasi berbayar, tentu ini merupakan penghianatan dan mengajarkan kebodohan pada rakyat Indonesia. Dukungan Kominfo terhadap FOSS sungguh patut diacungi jempol, setiap kegiatan yang diseleggarakan oleh aktivis FOSS, Kominfo selalu berada dibelakangnya, tetapi sangat sedikit dari Ristek. Komitmen terhadap FOSS yang pernah didengungkan, semoga tidak dilupakan, dan kita berharap bisa semakin maju, karena ke tiga menteri di atas memiliki kapasitas untuk itu.

2 responses to this post.

  1. Posted by Murad Maulana on October 26, 2009 at 9:57 am

    menurut saya tiga-tiganya memang mempunyai catatan yang bagus. Saya setuju saja. Namun klo boleh beropini saya mungkin lebih suka yang menjadi mentri komunikasi dan informatika lebih baik Pak Onno W Purbo, (he…), maklum daku pengaggum berat kang Onno. Maaf berkunjung lagi. Boleh tuker link pak olanuxer?salam

    Reply

  2. Posted by olanuxer on October 26, 2009 at 1:23 pm

    ya, saya setuju pak onno is the best juga dalam pandangan saya. dari dulu berharap beliau menjadi menteri. tapi beliau orang yang tidak bergumul dengan politik, jadi susah untuk dilirik.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: