Kerja Keras Pertamina Demi Kebutuhan Energi Rakyat Indonesia

Tahun 1957, Republik indonesia baru 12 tahun lepas dari genggaman penjajah, tetapi semangat dan kerja keras untuk membangun negara ini tetap berkobar. Semua sektor mulai digarap, terlebih sektor minyak dan gas, dengan dibangunnya PT. Permina, yang dipimpin oleh Ibnu Sutowo, yang merupakan seorang dokter yang juga tentara dan terkenal dengan filosofinya bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja. Kemudian pada tahun 1961, PT. Permina mengalami pergantian nama menjadi PN Permina.
Tahun 1968, pemerintah merasa perlu untuk membentuk badan usaha yang mengelola sumber daya energi (minyak dan gas bumi) yang tangguh, maka digabungkanlah PN. Permina dan PN Pertamin, sehingga badan usaha tersebut berubah menjadi Pertamina.
Pada awal kebangkitannya, Pertamina merupakan perusahan kecil berskala nasional, tetapi berkat kerja keras dan semangat membangun yang tinggi, sekarang Pertamina sudah menjadi perusahaan minyak yang sangat besar dan mendunia.
Sangat banyak lingkup usaha PT. Pertamina (Persero) yang berkembang saat ini, mulai dari eksplorasi minyak dan gas (migas), pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi, petrokimia serta pengelolaan sumber-sumber energi alternatif lainnya. Usaha-usaha ini tentunya sangat membantu kebutuhan energi rakyat indonesia pada khususnya dan kebutuhan energi dunia pada umumnya, terlebih Pertamina merupakan pelopor penggunaan gas alam cair, yang biasa disebut dengan LNG (Liquified Natural Gas).

Kekayaan yang terkandung di dalam tanah dan air Indonesia, terutama minyak dan gas bumi tentu akan menjadi sesuatu yang mubazir jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Pertamina mengeksplorasi kekayaan tersebut untuk kebutuhan energi rakyat Indonesia dengan baik.
Ratusan ribu barel minyak telah diproduksi untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak, ribuan kilo liter oli telah dipasarkan di dalam negeri maupun untuk ekspor, belum lagi usaha-usaha lain yang berhubungan dengan energi dan sumber daya alam lainnya.
Kondisi terkini, Pertamina telah memiliki 20 anak perusahaan yang bergerak di berbagai macam jenis usaha, seperti PT. Pertagas bergerak dibidang hilir dan minyak dan gas bumi, PT. Pertamina Geothermal Energy yang bergerak dibidang pengelolaan dan pengelolaan sumber daya panas bumi, PT. Pertamina Retail yang mengurus pengolahan minyak pelumas, serta anak perusahaan-anak perusahaan lainnya, yang tidak hanya bergerak dibidang minyak dan gas, tetapi juga bergerak dibidang lainnya seperti transportasi udara yang dikelola oleh PT.Pelita Air Service, asuransi di bawah payung PT. Tugu Pratama Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi di bawah usaha PT. Elnusa, di bidang kesehatan medis di kelola oleh PT. Pertamina Bina Medika, perhotelan dan perkantoran di naungi oleh PT. Patra Jasa, Jasa Pengedokan oleh PT. Patra Dok Dumai, perkapalan di bawah usaha PT. Pertamina Tongkang.
Kerja keras adalah energi. Kalimat itulah telah dibuktikan Pertamina setelah 41 tahun membangun bangsa Indonesia lewat sektor minyak dan gas sehingga bisa dikenal di mata dunia sebagai BUMN yang menghasilkan energi sebagai sumber kehidupan. Bukan waktu yang pendek, Pertamina sudah ditempa untuk menjadi perusahaan yang profesional.
Input balik Pertamina untuk bangsa Indonesia, tentu saja sangat banyak. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, yang telah bersama Rakyat Indonesia merasakan pahit getir pergolakan zaman, Pertamina memberikan begitu banyak sumbangsihnya melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR), melalui bidang kesehatan, kemasyarakatan, pendidikan dan lingkungan. Input balik yang sangat berguna ditengah keterpurukan rakyat Indonesia akibat badai krisis yang melanda.
Berbagai langkah brilian telah dilakukan untuk membuat Pertamina lebih maju. Perusahaan yang kini dipimpin oleh Karen Agustiawan, sosok wanita cerdas yang membuat Pertamina lebih diperhitungkan. Target untuk meningkatkan produksi minyak menjadi lebih besar pada tahun 2010 sudah diproklamirkan. Tidak hanya itu lewat sosok ini pula, target untuk go publik pada tahun 2013 mulai dicanangkan. Sangat membanggakan!. Tetapi hendaknya juga diikuti dengan bentuk pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Supply akan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke setiap tempat harus lebih lancar, mengingat kelangkaan stok bahan bakar sering terjadi di berbagai wilayah, akibat tidak diperhatikannya jalur distribusi yang disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan energi minyak yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Harapan akan energi yang murah dan tersedia di berbagai tempat merupakan dambaan masyarakat, dan itu pasti bisa dilaksanakan dengan manajemen yang berkualitas serta usaha dan semangat yang tinggi. Semoga hal itu bisa terpenuhi oleh Pertamina, sehingga bisa menjadi tolak ukur untuk rakyat Indonesia, bahwa kerja keras adalah energi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: