Oe Lenga, Internet Bukan Cuma Facebook lho, (Blogger Bima kok belum muncul ya??)

Saya tidak tahu persis, tetapi lebih kurang dalam kurun waktu satu tahunan ini, internet sudah terasa sangat mewarnai kehidupan masyarakat di Bima terutama di kota. Warnet-warnet muncul dan tumbuh pada setiap tempat. Di jalan protokol pada sisi kiri dan kanannya telah terpampang plang nama-nama warnet dengan berbagai bentuk dan corak. Belum lagi di gang-gang kecil dan di dalam perkampungan penduduk.
Kehidupan online sepertinya sudah merasuk ke dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Sepanjang pengamatan saya jika melintasi jalan di depan warnet yang ada, penuh dengan anak-anak muda yang kongkow berhadapan dengan komputer. Penuh sesaknya warnet juga bisa dilihat dengan banyaknya motor yang parkir di depan warnet tersebut.
Tidak hanya itu, bagi masyarakat golongan menengah ke atas, memasang internet melalui telkom speedy di rumah masing-masing merupakan sesuatu yang membanggakan.
Internet sudah menjadi gaya hidup. Handphone sekarang tidak lagi hanya untuk mengirim sms, bertelpon ria atau untuk multimedia, tetapi fungsinya bertambah dengan digunakannya untuk berinternet. Modem GSM semakin banyak diburu untuk dibeli demi memuaskan kehidupan online.

Internet di Bima begitu digemari oleh masyarakat, karena keberadaannya muncul bersamaan dengan semakin tingginya publisitas jejaring pertemanan online seperti facebook. Sekarang jika anda punya akun facebook, kemudian search seseorang dengan menggunakan kata kunci bima, mbojo, maci, ntika atau istilah-istilah bahasa Bima lainnya, maka akan bermunculan sederet list akun nama-nama di atas yang menandakan pemiliknya adalah orang Bima.
Bagi masyarakat Bima, dilihat dari sudut pandang saya, internet itu adalah facebook atau kalau dibalik, hanya facebook yang ada di internet. Tidak Punya akun facebook berarti tidak berinternet atau tidak punya akun di facebook sama dengan “dou kampo/kampungan”.
Seandainya mau menggali lebih dalam, masuk sedikit dan mau belajar, tentunya tidak hanya facebook yang di eksploitasi di dunia maya. Membuat akun email merupakan hal wajib untuk berinteraksi di facebook, tetapi apakah keberadaannya hanya untuk menampung email komentar, perubahan status dan lain sebagainya dari facebook??. Seandainya hanya untuk itu, berarti fungsi utama dari email belum digunakan. Jika saja email-email itu digunakan surat menyurat atau untuk diskusi melalui milis-milis yang ada seperti milis bima center yang keberadaan anggotanya “hanya” 197 orang, tentunya akan banyak masukan-masukan dan informasi-informasi yang bermanfaat untuk membangun Bima.
Hal lain yang perlu saya kritisi yaitu penetrasi internet di Bima tidak diiringi dengan munculnya blogger-blogger baru. Mungkin merupakan sesuatu yang asing untuk memiliki akun di blogger, wordpress, blogdetik, multiply atau di tempat lainnya. Padahal membuat blog itu sama gampangnya dengan membuat akun di facebook. Apakah karena ketidaktahuan? atau karena ngeblog itu tidak menarik? atau karena hal lain yang belum saya ketahui, sehingga kaum muda Bima (saya menitikberatkan pada kaum muda karena pengguna internet lebih banyak dari kaum ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada kaum tua) agak alergi dengan blog.
Seberapa bergunakah blog?. Berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi cerita dalam bentuk tulisan kemudian dibaca oleh orang di seluruh dunia tentu akan sangat menarik dan berguna. Tidak perlu dalam bahasa formal, atau menulis yang berat-berat (tetapi jika mampu kenapa tidak), cukup dengan bahasa yang santai dan mudah dimengerti. Memiliki blog tentunya tidak sama dengan facebook. Ada kewajiban pemilik untuk mengisi blognya dengan tulisan yang bermanfaat dibandingkan dengan menulis status di facebook seperti: saya mo tidur…, telah ngompol di kasur dengan sukses…., mo buang air besar dulu…., lapar…., Barusan kencing di sela-sela pohon… dan sederet status-status lainnya.
Kita punya kewajiban untuk merubah kehidupan sosial masyarakat yang hanya senang bercerita dan mendongeng dengan mulut (mpama) sehingga sampai sekarang telah muncul tukang bual dan omong kosong, menjadi masyarakat yang bercerita dan mendongeng dengan tulisan. Menulis itu bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan berbicara, karena dasarnya adalah lidah tidak bertulang, masyarakat dikatakan maju apabila telah menghasilkan banyak tulisan. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi kita harus memulai untuk membuat masyarakat Bima lebih maju dan terkenal dengan blogger-blogger baru yang kreatif menulis dan menyumbangkan ide. Bukan terkenal dan masuk televisi karena suka berkelahi seperti orang Ngali dan Renda. (Separuh darah saya adalah Ngali).
Internet sudah tersedia, blog termasuk di dalamnya, mari kita coba menulis di blog, manfaatkan kemudahan ini, karena kita tidak perlu susah payah mencari penerbit untuk menerbitkan tulisan kita dalam sebuah buku atau merayu-rayu redaksi koran untuk mencetak tulisan yang telah diperas dari otak kita, tetapi belum tentu dihargai.
Tidak ada hak saya melarang seseorang untuk bersantai dengan facebooknya dan menulis status semaunya, karena saya juga kerap melakukan itu. Hidup ini pilihan, seperti juga pilihan Pak Boediono yang sekarang wakil presiden itu saat berkampanye yang lebih memilih untuk menemui komunitas blogger indonesia sebagai langkah awal kampanye beliau. Begitu berharganya blogger di mata seorang calon wakil presiden pada waktu itu.
Alangkah majunya jika ketika seseorang menulis kata kunci “bima”, dengan atau tanpa tanda petik di google, kemudian muncul ribuan blog yang mereview tentang Bima dari alamat blog misalnya lamone.blogspot.com, ntauone.wordpress.com, ntika.multiply.com.
Kemudian saat seseorang bertanya kepada kita, tentang aktivitas online, pertanyaannya tidak hanya “apa akun facebookmu??”, tetapi pertanyaan itu akan bertambah, “mana alamat blogmu??”
Gedubrak…eh ternyata sudah pukul 2.25 dinihari.bobo dulu ah….

12 responses to this post.

  1. Posted by Anonymous on November 29, 2009 at 4:38 pm

    Boleh jg posting an ny.

    Reply

  2. Posted by Jalil on November 30, 2009 at 12:27 am

    Ah…himbauan yang kontsruktif..ayo para facebooker mania, mari rame-rame ngeblog. Tuangkan ide kreatifmu, keluh kesahmu bahkan desah nafasmu di blogmu, Menjadi Blogger itu gampang dan mengasyikkan tentunya.

    Reply

  3. Posted by lia on December 1, 2009 at 3:50 am

    kalo aku sih memang lebih suka dengan blog cz tulisan2 yg di blog kemungkinan besar lebih berbobot & gak asal-asalan. menurut temn2ku yg facebooker, mereka gk suka ngeblog krn mereka gk bisa nulis…but, ok nih tulisanmu. punya fb gk? pajang aja di catatannya, kan biar bisa dibaca oleh facebooker…πŸ™‚

    Reply

  4. Posted by olanuxer on December 1, 2009 at 12:00 pm

    @ anonim, terima kasih@ Bang jalil Thanks dah berkunjung@ lia FB ada sih, saya juga sering kasih tautan untuk setiapa tulisan saya di blog

    Reply

  5. Posted by Arief Rhakateza on December 1, 2009 at 1:26 pm

    Ulasan yang menarik sa'e…tiap jaman punya generasinya sendiri, Bila beberapa tahun yang lalu, orang dengan bangga memamerkan alamat imel sebagai prestise pribadi dalam berkomunikasi, diteruskan dengan menjamurnya blog sebagai etalase pemikiran dan bukti eksistensi didunia maya.Sekarang ketika generasi social network mengambil peranan, mayoritas pengguna internet beralih haluan, termasuk generasi-generasi blogger dan forumer sebelumnya semakin berkurang kuantitasnya, karena terdorong tren penggunaan internet yang menuntut eksistensi diri dunia maya lewat akun facebook, friendster, myspace, plurk dan sejenisnya.Ada sisi positif dan negatifnya masing-masing.. Kemudahan komunikasi fesbuk membuat sisi-sisi kritis dan budaya bercerita lewat postingan semakin ditinggalkan. Dan khususnya Bima yang internet menjamur baru beberapa tahun belakangan, ketika masyarakatnya mengenal internet langsung disuguhkan trend fesbuk. sehingga masyarakat tidak sempat mencicipi nikmatnya bercerita dan bercengkrama ala blogger.Jadi PR kita untuk memberikan masyarakat Bima "cita rasa yang lain" dari internet. Sehingga setelah mereka mencicipinya dan merasakan nikmatnya akan lahir generasi2 blogger Mbojo yang bersuara lantang lewat blog-blognya.

    Reply

  6. Posted by Aba Fan on December 2, 2009 at 2:20 am

    Menarik dan realistis…Paling tidak realitas ini menjadi modal besar bagi masy mbojo untuk meniti kemajuan di bidang TI dan tentunya sebagai cikal bakal kemajuan bidang lain.Kayaknya Pemda Bima harus segera mengakomodir realitas ini dan tentunya segera berbuat sehingga fenomena ini akan memberikan nilai tambah bagi masy.Banyak hal yang bisa diperbuat pemda, misalnya mengadakan lomba pembuatan / kreasi blog, internet sebagai sumber inspirasi bagi UKM, Kelompok Tani dll, termasuk sebagai media pembelajaran bagi seluruh pegawai maupun instansi.Terimakasih Bang Olan…sy masih di jogja, kebtulan wisuda sy undur jd januari. Insya allah bulan februari bisa eksis kembali di kantor.

    Reply

  7. Posted by dirgita on December 2, 2009 at 4:23 am

    Setidaknya, aku mesti terima kasih sama Facebook. Karena Facebook mewabah di Indonesia, banyak operator seluler yang menawarkan promo tarif Internet (dulunya, kan, langka banget promo seperti itu).Meskipun begitu, sampe sekarang aku ga punya akun Facebook.Berawal dari Facebook, kita harapkan masyarakat Indonesia bisa melek Internet^^

    Reply

  8. Posted by -Gek- on December 2, 2009 at 8:25 am

    Wah, semoga belum kena bloginsomnia ya.. (saya udah akut nih.. stadium 4.. )Kalo mau tau "Bloginsomnia" mampir lagi di tempat Gek ya? :)Cari postingan itu di bulan November. hehehe!

    Reply

  9. >ya kayaknya memang seperti yang terjadi di tanah tercinta kita dan ini adalah hal yang suatu sangat memprihatikan karena sudah hampir setahun masih saja berkutat pada FB, dan seperti yang om bilang tentang milis memang sangat miskin sekali dengan informasi yang datang dari bima sana sehingga teman-teman yang ada di perantauan tidak pernah mendapat berita apapun bahkan cenderung "lupa" akan daerahnya. Dalam hal pemanfaatan internet sebagai media informasi memang harus dimulai dari atas karena saya melihat tidak sedikit "mereka" yang keliatannya kanak-kanak seperti menulis status yang ga2 padahal mereka saat itu harus bekerja di tempatnya…ya memang benar bang kita tidak bisa memaksakan kepada mereka tapi setidaknya kita mulai dari yang kecil saja….salam sukses selalu buat pak OlandπŸ™‚

    Reply

  10. Klo mo lhat blog anak Bima Siswa SMAN 1 BOLO kunjungi http://goo.gl/suW32jgn lpa ksh komenx agan!!!!πŸ™‚

    Reply

  11. wah sangat ngena bnget neeh kritikannya.. semoga aja kota bima tidak pada mabook facebook… lagi pula ngeblog juga bisa dijadikan pengahasilan yang lumayan..
    coba aja ada yang ngadakan workshop bersenang ria dengan blog..
    semangat lah…

    Reply

  12. Nice post ^^"

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: