SLBN Runggu, SLB Dharma Wanita, SMPN 2 Woha, SMPN 1 Bolo sudah Online

Perjuangan untuk menyambungkan sekolah-sekolah ke dalam Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) tidak pernah putus. Meskipun dukungan Pemda untuk memfasilitasi kegiatan ini tidak ada, padahal teman-teman di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima telah berupaya dengan mengajukan anggaran biaya, tetapi tidak disetujui.
Anggaran yang diajukan pada waktu itu rencananya adalah untuk mendirikan tower (BTS), dibeberapa tempat dan membeli radio wireless sehingga bisa memperluas jangkauan cakupan sinyal internet.
Ah..sudahlah berhenti membicarakan Pemda. Biasakan hidup tanpa pemerintah, karena kalau menunggu kita tidak akan pernah melangkah.
Beberapa waktu yang lalu, saya sudah memposting tentang pemasangan perangkat di Doro NaE yang bisa dibaca ulang di sini. Sekarang, tim kami masih harus mengganti lagi perangkat yang ada di sana untuk memperluas dan mempermudah pemasangan berikutnya disekolah-sekolah lain yang membutuhkan.
Antena grid parabolic yang setia menemani sunyinya Doro NaE, kami ganti dengan Omni Directional, sehingga jangkauan sinyal bisa mencakup 360 derajat.


(Saya, Nanang dan Ramiaji sedang mengganti Antene)
Jumat, 4 Desember 2009
Penggantian alat dilaksanakan pagi hari, karena khawatir akan turun hujan. Tetapi kekhawatiran itu tidak terjadi. Tim kami bisa bekerja dengan santai dan sambil bersendagurau. Pemasangan Omni diletakkan pada sisi kaki tower telkom yang berbeda, pada tempat yang strategis sehingga tidak terhalang oleh antena-antena milik telkom yang besar. Tim bekerja sampai pukul 16.00 WITA, karena menunggu hidupnya listrik dari TVRI, untuk mengecek kondisi sinyal yang dipancarkan dari antena Omni dan mengecek radio wireless yang dipasang di Talabiu.
(Antene WiFi di SLBN Runggu)

Sabtu, 5 Desember 2009
Kosentrasi pemasangan dilakukan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kab. Bima yang terletak di kaki gunung monggo Desa Runggu. Radio Nanostation kami arahkan ke Talabiu, karena tidak bisa langsung menangkap sinyal dari Doro NaE. Pukul 13.15 WITA, SLB sudah dapat menikmati internet Jardiknas.
Minggu, 6 Desember 2009
Pemasangan dilaksanakan di SLB Dharma Wanita Kota Bima. Sekolah ini sebenarnya masuk dalam wilayah kerja ICT Kota Bima yang dikomandani oleh Pak Hermansyah, tetapi karena alasan teknis, jangkauan sinyal terhalang oleh gunung kembar (gunung dua), maka radio wireless diarahkan ke tower Dikpora Kab. Bima.
(Pemasangan WiFi di SMPN 2 Woha)
Sebelumnya, saya lupa waktunya, kami juga sudah memasangan jaringan wireless di SMPN 2 Woha dan SMPN 1 Bolo.
SMPN 1 Bolo, memiliki catatan khusus yang menarik bagi saya. Sekolah ini sungguh luar biasa dibandingkan dengan SMP-SMP lain yang ada di Kabupaten dan Kota Bima sekalipun. Sarana penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangatlah lengkap. Saat pertama kali masuk, saya terkagum-kagum melihat lokasi dan alat-alat yang ada di dalamnya. Kepemimpinan Pak Maman, M.Pd, memang patut diacungi jempol.
SLBN Runggu juga memiliki tempat tersendiri di hati saya. Baru pertama kali saya berinteraksi dengan guru-guru dan murid-murid yang memiliki kemampuan khusus. Sekolah yang dikomandani oleh Pak Mukhtar ini, memiliki sekitar 100 murid. Saya sangat terharu saat memandang mereka yang kadang memperhatikan kami saat memasang antena. Disela-sela kesibukkan, saya meminta guru-guru yang ada disitu untuk menceritakan pengalaman mengajari murid-murid yang tidak sempurna.
Saya takjub ketika mendengar cerita dari Ibu Sri ketika berjuang membangun gedung sekolah, berjuang mencerdaskan anak-anak yang cacat secara fisik.
Guru-guru hebat dan penuh pengabdian ternyata ada di sini, di kaki Gunung Monggo yang bentuknya seperti tahta raja.
(siswa SLBN sedang mencoba Internet di Lab. Komputer)

Selamat menikmati internet, dunia hanya selebar monitor. Sekolah kita boleh saja berada dipelosok desa, tetapi wawasan ilmu kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ada di kota-kota besar.

6 responses to this post.

  1. Posted by Aba Fan on December 8, 2009 at 1:19 am

    Alhamdulillah, kita senang mendengar realitas ini semoga target TIM ICT ke depan senantiasa tepat sasaran dan tepat waktu.Memang Pemda sangat kurang perhatiannya di bidang TI, saya juga dapat konfirmasi dari rekan2 di Kantor, Anggaran yang rencana untuk pengembangan intranet dan internet antar dinas dipangkas habis. Jadi di Dishub Kominfo jg akhirnya hanya bisa buat rencana saja…he3 kasian bima.Tapi insya allah setelah kembali di Bima, kita akan sama2 berjuang untuk TI Bima, terutama masalah anggarannya. Saya siap kerjasama dg Dikpora, anggaran biar kita yang usulkan nanti. Thank's.

    Reply

  2. Posted by Rhakateza on December 8, 2009 at 3:05 am

    Wah… sungguh berat perjuangan sa'e-sa'e doho memajukan IT Bima ditengah segala keterbatasan..Semoga segala hasil kerja para pendekar ICT Bima bisa dijaga, dimanfaatkan dengan maksimal dan dilanjutkan lagi untuk menjangkau setiap jengkal pelosok Mbojo.Maju terus Mbojo ku…

    Reply

  3. Posted by olanuxer on December 8, 2009 at 4:53 am

    @ Aba Fan, sebaiknya kita memang bersinergi untuk memberikan pencerahan kepada petinggi-petinggi daerah untuk dapat mendukung kegiatan IT. Bisa diambil contoh lombok tengah untuk masalah ini (kalau bisa studi banding). Dukungan pemdanya luar biasa bahkan setiap guru dapat koneksi gratis dengan catatan alat-alat dibeli sendiri.Hotspot terpasang di pusat-pusat kota. kami tunggu Abang pulang biar kita bisa berdiskusi.@ Rhakateza, terima kasih doa dan dukungannya, moga pemda lebih terbuka mata hatinya

    Reply

  4. Posted by dirgita on December 10, 2009 at 1:26 am

    Salut dengan semangatnya! Jujur, di Kalbar, aku lom dengar hal yang serupa. Apa karena aku sekarang tinggal di pelosok, yah?Eh, foto yang pertama bikin aku bergidik. Tinggi banget kelihatannya~.~

    Reply

  5. Posted by jalil on December 30, 2009 at 4:48 am

    Bung Olan, terimkasih atas dedikasinya mengembangkan IT di Bima walau dengan segala keterbatasan yang di miliki, saatnya sudah pemda Kab Bima memikirkan sekaligus bisa mengalokasikan anggaran untuk pengembangan IT di Bima, saya baru pulang dari Kecamatan Langgudu, sudah banyak yang berharap program Jardiknas khususnya pengembangan IT merambah Kecamatan Langgudu.Kepada Aba Fan sebagai salah penggiat IT yg berada di Pemerintahan agar bisa mengakomodir keinginan warga bima khususnya yang berada di Kecamatan terluar seperti Kecamatan Langgudu, Kecamatan Parado, Kecamatan Wera dll agar bisa menikmati jaringan IT seperti wilayah2 lainnya di Bima.Terimakasih Bung Olan dan Tim ICT nya, semoga kedepan dlam jangka waktu tidak terlalu lama semua Wilayah Bima sudah terjangkau jaringan IT. amien…

    Reply

  6. Posted by olanuxer a.k.a sang ilalang a.k.a obeng on December 30, 2009 at 10:24 am

    Bang memang agak susah untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan langgudu, bisa tapi butuh modal besar. Untuk wilayah yang abang sebutkan ada program seadunet (southeast asian education networking). yang hanya butuh parabola, digibox receiver (khusus di perdagangkan oleh Seamolec) televesi dan 1 buah server. insya allah kami akan melakukan sosialisasi nanti. Saat ini sedang proses ujicoba di sape

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: