Scanning Wireless Di Bima

Setelah melakukan settingan radio Nano station untuk disesuaikan dengan jaringan ICT yang ada, otomatis saya akan melakukan scanning network untuk mencari sinyal radio yang dijadikan Acces Point. Tidak banyak memang wireless yang nampak di udara Kota dan Kabupaten Bima. Udara di sini masih segar, masih belum banyak terpolusi oleh seliweran sinyal wireless. Semuanya masih dimonopoli oleh wireless milik pemerintah, seperti untuk pendidikan dengan Jardiknasnya, untuk pemerintahan daerah dan BUMN yang diwakili oleh PLN.
Wireless yang saya maksudkan yaitu frekwensinya 2,4 GHz, tentu bukan mainan kita untuk frekwensi di atas itu seperti milik Telkom. Hasil scanning yang saya lakukan bisa dilihat pada tangkapan layar di bawah ini



3 responses to this post.

  1. Posted by Rhakateza on December 29, 2009 at 10:17 pm

    artinya langitnya masih biru dong…kalau sinyalnya keliatan, yang terlihat mungkin langit Bima akan sedikit merah karena sinyal WIFI kantor pemerintah.Saya juga beberapa bulan yang lalu pas liburan di Bima melakukan eksperimen wardriving didepan rumah, dan hasilnya sekitar 6 AP plat merah terdeteksi. terbaca juga, hampir semuanya terproteksi WEP standar (64b). Saya kira hal ini sangat rawan intrusi tangan-tangan jahil, dan dampaknya juga tidak kecil mengingat vitalnya komunikasi data instansi pemerintah.Bang, mohon info titik-titik free hotspot di Bima dong…kalau bisa umumkan disini, biar ntar kalau liburan lagi tidak kesulitan mencari.

    Reply

  2. Posted by olanuxer a.k.a sang ilalang a.k.a obeng on December 30, 2009 at 10:32 am

    memang dari segi keamanan gak kuat tuh hanya terenkripsi WEP 64b. he..he.paling kalau ente datang saja yang ngerti masalah itu :)).untuk hotspot lom ada di Bima adinda, boro-boro, untuk maintenance aja kita harus keluar uang sendiri urunan anggota jardiknas.😦.

    Reply

  3. Posted by Rhakateza on December 30, 2009 at 5:54 pm

    hhehehhe….iyah om, modal backtrack jebol dalam 10 menit. ketika (nanti)wifi jadi barang yg umum di Bima, gangguan itu pasti akan semakin besar, apalagi kalau didukung tidak adanya sarana free wifi hotspot yang bisa dipakai umum.parah betul…giliran daerah lain berlomba-lomba memproklamirkan WIFI city, Bima masih berkutat masalah pendanaan…teruslah berjuang, ada tapi tidak maksimal lebih baik daripada tidak ada sama sekali. kelak kita tingkatkan agar lebih baik lagi…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: