Refleksi Akhir Tahun 2009 (Bagian II)

Beberapa jam lagi tahun 2009 tutup buku. Telah banyak kejadian, Baik dan buruk, pencapain dan ketidaktercapaian, keberhasilan dan kegagalan, suka dan duka telah mewarnai dan memberi corak rupa pada kehidupan saya.
Begitu banyak yang terjadi, yang akan saya coba rangkum sedikit demi sedikit, dengan huruf yang sedang saya usahakan untuk dikumpulkan sehingga sedemikian rupa akan dapat anda baca dan juga dapat mewarnai blog ini. Refleksi saya yang pertama bisa di baca di sini.
Malam tahun baru ini, saya tidak kemana-mana, Saya ingin memposting sesuatu di penghujung malam ini, disamping itu, kerena pingin bercengkerama dengan keluarga yang sering saya tinggalkan karena banyaknya kegiatan-kegiatan yang saya lakukan.
Dalam rentang satu tahun perjalanan saya menempuh waktu, dapat saya simpulkan, ada banyak kegagalan yang telah saya dapatkan, banyak angka minus, sehingga keberhasilan yang telah diraih, tidak mampu menutupi kekurangan itu.

Tahun ini, iman saya drop, saya tidak begitu banyak menjalankan kehidupan beragama seperti orang-orang lain. Saya tidak tahu sebabnya, Saya berusaha bangkit dan melawan, tetapi ternyata iblis lebih mendominasi. Saya akui, saya kalah
Saya habis-habisan menulis ini untuk mengkritisi diri saya dan mempertanyakan kenapa bisa seperti ini, dan ini merupakan kegagalan terbesar dalam hidup saya.

Tahun ini, adalah tahun duka buat saya. Saya ditinggalkan oleh orang-orang tercinta. Berturut-turut, Uwak saya, biasa saya panggil Dua Hima, meninggal secara mendadak, memang beliau memiliki penyakit. Tetapi saya tidak menyangka begitu cepat kematian itu datang menyambangi beliau.
Berikutnya, Bapak saya tercinta telah dipanggil oleh Allah. Almarhum Bapak saya juga memiliki banyak penyakit, tetapi yang didiagnosa oleh dokter selama ini adalah penyakit maag. Bertahun-tahun obat maaglah yang menemani Bapak. Sampai pada suatu saat, keadaan Bapak lebih parah dibandingkan pada hari-hari sebelumnya. Setelah dirawat inap di rumah sakit Bima beberapa hari, saya beserta keluarga sepakat untuk membawa Bapak ke Mataram, Ibukota Provinsi. Bapak menjalani perawatan intensif dan dilakukan general chekcup di rumah sakit Siti Hajar Mataram. Akhirnya diketahui bahwa Bapak sebenarnya tidak mengidap penyakit maag, tetapi penyakit jantung. Ya Allah, ternyata selama ini, Bapak telah makan obat yang salah, sehingga obat itulah yang membuat jantung Bapak semakin parah.
Pada saat itulah, dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan bagaimana maut menjemput Bapak. Begitu cepat, dengan sesungging senyuman dibibirnya, Bapak meninggalkan kami semua. Ya, sampai pada penguburan, senyuman itu tidak pernah lepas dari bibirnya. Kematian yang sempurna.
Kemudian, 2 orang kakak dari almarhum Bapak saya, juga meninggal dunia. Umur mereka berdua memang sudah tua, tidak ada penyakit yang diderita. Pada saat mereka berdua sakit, Bapak saya, saat sehat pernah mengatakan tidak ingin meninggal sebelum merawat dua orang kakak tercinta dan ingin mengantar sendiri ke liang lahat saat mereka meninggal. Tetap takdir mengatakan lain, ternyata Bapak saya yang lebih dahulu meninggalkan mereka.
Setelah itu, adik Bapak, Om meninggal akibat kanker darah. Perjuangan beliau untuk tetap tegar dan bertahan hidup, sangat mengagumkan. Bahkan saat sakit beliau bersikeras untuk menyaksikan pemakaman Bapak, meskipun beliau harus menggunakan kursi roda.
Terkhir di tahun ini, seakan menutup semua duka yang saya alami, kakek saya, Bapak dari ibu saya, meninggal dalam usia yang sudah sepuh. Beliau orang yang sangat rajin beribadah, setiap malam sholat tahajud untuk mendoakan kami menjadi anak dan cucu yang berguna.
Moga semua yang telah mendahului mendapat tempat yang layak di sisiNya dan dijauhkan dari siksa api neraka, amin!.
Tahun ini, pemanfaatan internet oleh sekolah-sekolah lumayan meningkat. Meskipun bantuan pemda untuk meningkatkan Teknologi Informasi tidak ada, tetapi saya dan tim tetap maju terus. Tidak apa-apa, ini menjadi gerakan bawah tanah, sampai pada suatu saat nanti mereka akan mengerti dan memahami bahwa Kabupaten Bima tidak hanya dibangun dengan politik.
Ketika pada suatu saat, salah satu radio wireless di Doro NaE rusak, bersusah payah kami mencoba memperbaikinya. Tetapi memang alat tersebut sudah waktunya pensiun. Pusing kepala memikirkan dari mana biaya untuk membeli pengganti alat tersebut. Rencanapun berseliweran di otak kami, rencana pertama, ngutang alat pada teman dan dibayar entah kapan, rencana kedua urunan, potong gaji untuk membeli alat tersebut. Tetapi Allah Maha Tau, Allah mengerti bahwa Tim lapangan Jardiknas adalah sekumpulan orang-orang kere yang gajinya tidak cukup, yang dengan ke kereannya mau mencoba menantang dunia. Setelah nelpon kawan Tim tower, ternyata ada jalan keluarnya yang tidak disangka-sangka. Kami mendapat bonus radio wireless, karena banyak membeli ditempat yang sama.
Tahun ini, akhirnya saya dapat bertemu dengan teman-teman developer BlankOn Linux. Melaui acara Konferensi BlankOn yang pertama kali diselenggarakan di Bogor, Saya bisa bertemu langsung dengan Pak Rusmanto, MDAMT, Somat, Pak Muhidin, Uda MHT, Mas Udienz, Mas Ainul Hakim, Aftian, Sakra, YOza, Bli Wira, Kang Timut, Pak Andika, Kang Bayu, Cak Lae Rottyu, Pak Sulchan, dan developer-developer lain yang menghadiri acara tersebut.
Saya sangat mencintai BlankOn, pada setiap kesempatan saya selalu menggunakannya, dan berusaha memperkenalkannya kepada teman-teman dekat saat ngobrol santai atau mendemokam cara penginstalan dan penggunaan untuk kegiatan sehari-hari, atau pada acara setengah resmi dengan mendatangi sekolah-sekolah dengan menyelenggarakan workshop. Mudah2an tahun 2010, BlankOn akan lebih dikenal dan bisa diterima masyarakat luas.

Tahun ini, saya masih menjadi anak metal. lagu-lagu rock, heavy metal, thrash dan sub-sub genrenya masih dengan setia saya putarkan untuk kuping saya. Musik yang sangat enerjik dan membangkitkan semangat. Saya juga masih menikmati puisi, masih menjadi guru, masih menjadi orang biasa dengan kehidupan yang biasa.
Satu yang berubah, bahwa usia saya sudah bertambah.
Mudah-mudahan tahun 2010 saya bisa bertambah dewasa, tambah tenang…..tambah…tambah….tambah…..Selamat tahun baru 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: