Kok Pulangnya Telat terus, Pak??

Setiap hari jam kerja yang saya, berangkat dari rumah pukul 07.30 WITA, kecuali hari Senin, Saya harus berangkat lebih awal, karena ada Upacara bendera dan pulang pukul 16.00 WITA.
Saya sengaja meminta kepada Wakasek Kurikulum untuk menjadwalkan Mata Diklat saya pada sesi ke tiga karena harus mengantarkan dulu my little pinguin ke Taman Kanak-kanak.
Jadwal mengajar seharusnya memang sampai pukul 13.15 WITA, tapi Saya sudah komitmen di dalam hati, tidak akan pulang jam segitu.
Banyak orang bertanya-tanya kenapa sering telat pulang. Saya tidak tau apakah itu pertanyaan sekedar basa-basi, pertanyaan sindiran atau pertanyaan yang tulus ketika melihat Saya capek. Sayapun menjawab seperlunya dengan basa basi pula. Sering Saya tertawa dalam hati, bagi saya pulang pukul 16.00 adalah kewajaran. Guru sudah begitu diagungkan oleh pemerintah sehingga sekarang dibuat lebih sejahtera dengan berbagai macam cara, dengan menaikkan gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya. Justru yang perlu dipertanyakan apabila sudah demikian diperhatikan, tetapi masih malas mengajar atau malah tidak produktif..ampun, bagaimana pertanggunjawaban penggunaan uang tersebut diakhirat.

Saya mengambil sisa waktu setelah siswa/i pulang untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat yang tidak mungkin dilakukan saat sibuk mengajar atau atau melakukan kegiatan mengoprek linux.
Banyak sekali yang harus dibenahi dan ditata. Itu perlu dilakukan terus menerus. Itu perlu energi, dan kesyukuran energi saya dapatkan dari kesenangan pribadi untuk berbuat yang terbaik untuk Sekolah.
Latar belakang pendidikan saya, bukanlah keguruan, tetapi memang dibesarkan dari keluarga guru. Bapak (Almarhum) dan Ibu saya adalah pendidik. Itu yang menyebabkan saya bercita-cita untuk tidak mengikuti kedua orang tua. Tetapi takdir telah ditentukan, ujung-ujungnya, setelah kuliah di Pelayaran, malah saya jadi guru Pelayaran di SMK yang pada waktu itu memang dibuka jurusan Pelayaran Perikanan (nelayan). Wah…gak jauh-jauh.
Setelah mendalami dan memahami, ternyata mengajar adalah sesuatu yang mengasyikkan dan juga merupakan tantangan karena harus dapat membagi ilmu kepada anak didik yang terdiri dari berbagai macam latar belakang status sosial yang tentunya berpengaruh kepada pola tingkah laku mereka.
Saya abdi negara, sudah digaji dari uang negara, ketika saya berbuat untuk pendidikan dengan mengorbankan tidur siang karena pulang pada sore hari, itu merupakan bentuk tanggung jawab. Mudah-mudahan saya tetap memegang teguh prinsip ini.
Tulisan ini mengkritisi diri saya sendiri, tetapi jika Anda dapat mengambil manfaat dari tulisan ini, itulah gunanya berbagi.

One response to this post.

  1. >Salut Pak..!!Saya terharu masih ada guru yang seperti itu. begitu mencintai profesi dan menikmati pekerjaan:)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: