Menikmati Fasilitas Negara

Hari ini, 17 Pebruari 2010, saya sudah berada di salah satu kamar di Hotel Jayakarta Senggigi (****). Akhirnya ada ide untuk posting tentang enaknya menikmati fasilitas yang diberikan oleh negara. Kegiatan yang saya ikuti adalah Pelatihan Hubungan Industrial yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). SMKN 1 Bima, tempat saya mengabdi merupakan salah satu undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Setelah check in, berleha-leha dulu, sebab kalau sudah resmi dibuka oleh yang punya hajat pasti tidak bisa lagi menikmati fasilitas, semua akan sibuk mendengarkan materi dan berdiskusi. Fasilitas mewah memang mengasyikkan, apalagi gratis alias tidak ada uang pribadi yang keluar, malah negara yang akan membayar uang lelah kita yang mengikuti kegiatan tersebut. Ini baru fasilitas pegawai rendahan seperti saya. Apalagi fasilitas yang dinikmati oleh pejabat-pejabat negara, pasti lebih wah dan super mewah. Pantas saja seseorang akan sangat mengejar jabatan tinggi, salah satunya segala macam biaya hidup ditanggung negara. Listrik dan telepon dibayari, rumah disediakan, mobil dibeliin, rusak dikit diganti dengan yang lebih yahud, seperti yang terkabar pada berita-berita gosip yang sering kita dengarkan setiap hari di televisi, yang kita baca di koran-koran atau yang kita dengarkan di radio-radio.

Gaji mereka?? jangan tanya deh. Tapi ini yang membuat saya heran. Gaji sudah seabrek-abrek yang kalau disimpan tiga generasi gak habis-habis, tapi maunya selalu minta gratisan sama negara. Apa gak kebalik?? Uang mereka harusnya mampu membayar dan membeli itu semua. Nah kalau saya dan teman2 yang gaji sudah dipotong Bank akibat telah “menyekolahkan” SK PNS di Bank, untuk beli tanah, bangun rumah, beli motor dan segala macam tuntutan hidup lainnya. Kadang-kadang sungkan untuk minta fasilitas karena merasa diri dan tau diri atau sangat malu untuk minta yang demikian itu.
Kembali lagi, Saya hari ini sangat menikmat fasilitas yang diberikan negara, satu kamar hotel yang lux dengan televisi, mini bar, tempat tidur, AC, lavatory yang nyaman. Bahkan saya sempat foto-foto sendiri menggunakan laptop dan memanfaatkan cheese di Ubuntu 9.10 dengan kamera yang buram untuk mengabadikan semuanya, sengaja bertelanjang dada karena merasa tubuh saya masih sterek kayak binaragawan, dan sengaja pura-pura tidur, seakan-akan lelah dalam perjalanan.

Sudah ah, pingin jalan2 dulu melihat-lihat sekeliling hotel, pingin mandi di kolam renang sama cewek-cewek bule, siapa tau bisa menemukan sesuatu😉

6 responses to this post.

  1. >oalahhhh….ini toh mbahnya bandwith ituhh…

    Reply

  2. >wah asyiik bang… selamat menikmati aja deh.

    Reply

  3. >@ anonim, saya bukan mbahnya bandwith :)@ pak Muhidin, thanks deh

    Reply

  4. >sante az pak,,,,fasilitas ICT lagi kebanjiran pengunjung bule-bule dari SMP 1 Lambu.

    Reply

  5. >puLangkan iLaLang sekarang juga!!!!

    Reply

  6. >ndede romo macaru pae,,cerita romo ku tentang sia ta blog ke,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: