Indonesiakan Raya!!!

Sudahkan Anda melakukan perjalanan keliling Indonesia??. Maksud saya bukan Jakarta, Bali, Medan, Makassar atau kota-kota besar yang kebetulan berada di Indonesia. Indonesia yang benar-benar Indonesia, Indonesia yang rakyatnya masih miskin dan terbelakang, tidak punya fasilitas apa-apa, pendidikan dan kesehatan yang minim, pokoknya yang hidup dalam keterbatasan.

Jika belum, berarti Anda hanya melihat kulit luar dari negara yang bernama Indonesia!. Ini bukan mengada-ada, inilah realitas jika Anda menyelami lebih dalam.
Kita selalu terbuai dengan pembangunan, tetapi pembangunan memang hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, sehingga mereka yang tergiur dan tidak punya lapangan pekerjaan di kampung, melakukan urbanisasi.

Terdengar informasi di zaman canggih ini, masih banyak penduduk yang mengalami kelaparan atau menderita penyakit busung lapar. Ketika semua hanya simbol, tetapi realitas tidak membutuhkan simbol-simbol. Harus dibuktikan, bahwa kita memang gemah ripah loh jinawe.
Bumi kita subur, tetapi hanya untuk sebagian orang. Laut kita kaya, tetapi juga hanya untuk sebagian orang. Hutan yang menyejukkan dibabat habis, juga hanya untuk segelintir pengusaha. Hanya udara yang masih merdeka dimiliki dan dihirup oleh ratusan juta paru-paru masyarakat Indonesia, tetapi itupun di beberapa daerah sudah tidak bersih lagi. Semua sudah tergadaikan. Kita sudah tidak memiliki harga diri sebagai bangsa.

Tuhan, apa yang bisa kami dapatkan pada negeri yang telah dibangun dengan air mata dan darah ini?. Sampai hari ini tanpa terasa terpaksa kami masih menjadi cecunguk. Ketika hidup tidak memiliki pilihan, arah mata angin mana lagi yang harus kami ikuti?. Persoalan datang silih berganti, setelah gempa, banjir dan tanah longsor. Beruntun kasus-kasus besar mengenai korupsi, hukum yang tidak memihak pada rakyat kecil, skandal century, dan segala macam skandal lainnya. Syukur terbongkar, tetapi apakah ada tindak lanjutnya?. Alangkah lucunya negeri ini*)
Bolak balik membaca lembar demi lembar surat kabar yang beritanya telah basi, karena di kampung saya, surat kabar nasional telat satu hari. Tetapi kejadian tetap sama. Kemarin, hari ini dan esok, berita yang sama, dengan bahasa berbeda: Perang antar suku dan kelompok, pilkada rusuh, Mahasiswa Tawuran. Sangat mencengangkan, mereka itu Maha, Pahami makna kata Maha, kemudian coba kita simpulkan, mereka ternyata masih balita!. Jika terus seperti itu, lalu kepada siapa lagi negeri ini disandarkan?.
Kita sangat mengagungkan anarki, terlalu membanggakannya sehingga tidak terasa setiap kegiatan yang kita lakukan, selalu beriringan dengan kekerasan.

Kapan kita bangkit?. Sebuah pertanyaan yang harus dijawab sendiri oleh anda, saya, mereka, kita semua termasuk orang yang mengajukan pertanyaan itu. Jika masih memiliki harga diri sebagai bangsa, jika masih memiliki darah yang mengalir dan di hilirnya berujung pada tanah air Indonesia. Tidak bisa tidak, kita harus terjang segala ketidakadilan, keangkaramurkaan yang masih dengan sangat nyaman bercokol pada diri kita masing-masing.

Ada banyak yang telah bangkit, tetapi itu terlihat hanya secara individual, yang kita perlukan sekarang adalah gerakan masa yang massive, yang mampu meruntuhkan kolonialisme yang telah berganti wajah. Kita harus bangkit dan kembali bersumpah :

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

*) judul film karya Dedy Mizwar

One response to this post.

  1. >wah bagus artikelnya, dapet hosting gratis ya mas, btw udah dapet hostingannya mas? salam kenal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: