Bangkit Dengan Tidak Membajak (Sebuah Refleksi)

“Tulisan ini dibuat, berdasarkan pengalaman dan untuk diikutsertakan pada Ma Chung Blog Competition 2010

Setiap saat, kita selalu mendengar maraknya pembajakan yang terjadi, baik itu pembajakan kaset musik, cakram musik/video, terlebih sistim operasi atau software. Bagi pemilik/produsen, tentu dengan adanya pembajakan berarti akan berkurang pemasukannya yang berkaitan dengan finansial. Dampak yang akan terjadi, orang akan semakin malas untuk berkreasi dan berproduktifitas. Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi kemajuan di Indonesia.

Indonesia dalam urusan bajak membajak memang semakin membaik, tetapi tetap saja masih dalam posisi yang memalukan. Tahun 2006 peringkat Indonesia dalam kumpulan negara-negara pembajak di seluruh dunia berada pada posisi ke-8, kemudian pada tahun 2009 berada pada tangga ke-12.

Melihat keadaan di atas, berarti hampir sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi hal yang berbau bajakan. Baik untuk keperluan pribadi, keperluan pekerjaan, keperluan komersil, maupun keperluan pendidikan.
Hal yang memprihatinkan memang terjadi dalam dunia pendidikan, penggunaan software bajakan merupakan sesuatu yang seakan-akan lumrah. Hampir semua laboratorium komputer milik sekolah yang saya masuki terutama di daerah saya di Bima NTB menggunakan piranti bajakan.

Ini membuat hati saya menangis. Bagimana tidak, generasi muda yang akan jadi penerus dan pengelola negeri ini, mengetik, komputer, 99% di dalamnya berisi software windows bajakan. Mau jadi apa negeri ini, karena tanpa sadar sebenarnya kita sudah mendidik mereka untuk menjadi pencuri, pembohong dan koruptor?. Pantas saja kita selalu terpuruk dalam berbagai bidang, tidak banyak berprestasi di kancah internasional.

Tidak ada alasan. Jika pembajakan dilakukan karena alasan produk software yang berlisensi sangat mahal, masih banyak tersedia software yang memiliki lisensi yang free, baik free dalam pengertian gratis, maupun free dalam mengotak atik kode-kode pembuatan software tersebut.

Banyak cara untuk bangkit!. Jika merasa sedikit mampu, silahkan beli sistim operasi yang berlisensi, kemudian untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya, bisa diinstal produk Free and Open Source Software (FOSS), seperti OpenOffice untuk kebutuhan kegiatan ketik, hitung dan presentasi. Karena yang saya ketahui kebutuhan kegiatan belajar mengajar pada siswa/i tingkat menengah dan atas pada umumnya adalah perkantoran dan internet.

Solusi cerdas berikutnya adalah menginstallkan sistim operasi linux yang sesuai dengan kebutuhan. Banyak sekali distribusi linux yang bisa dipilih dengan tampilan dan performa yang sangat bagus, salah satunya adalah distro linux buatan anak bangsa Indonesia yang dinamakan dengan BlankOn.
Kenapa kita tidak melakukannya?. Dunia pendidikan adalah tempat dimana proses pembaharuan ilmu dan keterampilan dilakukan setiap saat. Belajar tidak mengenal kata selesai, selama hayat masih dikandung badan, long life education. Jadi merupakan sesuatu salah apabila di dunia pendidikan tidak melakukan solusi yang telah saya tulis di atas. Ketika mengatakan linux itu susah, kemudian dijadikan alasan manghalalkan penggunaan software bajakan, maka saya katakan di situ tidak terjadi proses belajar. Dunia pendidikan adalah tempat dimana kejujuran dipelajari, dijunjung tinggi, pada saat kita masih mendidik anak dengan software bajakan, lalu dimana nurani dan moral kita?, karena dengan melakukan itu kita sudah mendidik anak menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-citanya, kita sudah mengisi jiwa mereka dengan sesuatu yang busuk.

Pada awal mengenal komputer, saya pun tidak luput pernah menggunakan software bajakan. Tetapi sungguh, waktu itu saya tidak pernah tahu dan sama sekali tidak mengerti bahwa saya menggunakan produk ilegal. Bahkan di laboratorium komputer SMKN 1 Bima, tempat saya mengabdi, sayalah yang sering menginstall dan mempromosikan dan menawarkan kepada kawan-kawan, produk software terbaru yang berlisensi yang saya dapatkan jika saya ditugaskan ke kota-kota besar di daerah Jawa dan Jakarta.

Setelah tercerahkan, terjadi perang batin dalam diri saya. Saya harus memulainya, mulai dari diri sendiri. Komputer pribadi yang sering saya gunakan untuk kegiatan ketik mengetik, internet, saya installkan linux. Keluarga terdekat mulai saya ajari menggunakan linux.
Tidak hanya itu, teman-teman yang hoby utak-atik komputer tidak luput dari promosi untuk menggunakan linux.
Berikutnya, saya terusik untuk membantu kawan-kawan yang mengembangkan linux versi Indonesia. Linux BlankOn namanya yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum masyarakat indonesia di dunia pendidikan, perkantoran dan umum. Rasa nasionalisme bangkit dikarenakan ini adalah hasil jerih payah putra-putra Indonesia yang berusaha untuk maju dan menunjukkan kepada dunia, bahwa orang indonesiapun sanggup melakukannya.
Saya memilih ikut andil, ambil bagian meskipun untuk pekerjaan sepele yaitu melakukan test cd yang telah diracik untuk mencari kelemahan-kelemahannya dan melaporkannya kembali kepada pengembang yang lain untuk segera memperbaikinya.

Beberapa pengembang BlankOn Linux, Saat konferensi di Bogor

Saya punya hutang moral, merasa bersalah karena menginstal software bajakan di laboratorium milik sekolah dan pernah mengajari siswa/i untuk menggunakannya. Untuk menebusnya, semua komputer sudah saya migrasikan menggunakan BlankOn linux. Saya mengajari siswa/i semua hal yang berkaitan dengan FOSS. Semua buku dalam format pdf dan artikel-artikel berikut video-video yang berkaitan dengan hal tersebut, saya copy dan disimpan pada server yang telah disiapkan, sehingga semua siswa/i bisa membaca dan mempelajari serta mempraktekkannya setiap saat.

Siswa/i SMKN 1 Bima belajar linux. Mereka harus dijauhkan dari software bajakan

Komputer UPTD (Tata Usaha) yang dulunya bercokol sistim operasi bajakan, telah saya format habis dan diganti dengan linux. Untuk urusan perkantoran, para staff Tata Usaha telah menggunakan OpenOffice.
Laptop di ruang kerja Kepala Sekolah dan komputer-komputer di masing-masing ruangan Wakil Kepala Sekolah, sudah berubah wajah, Linux!.

Setelah memigrasikan diri sendiri, teman-teman dan lingkungan kerja, saya berpikir untuk memberi pencerahan kepada sekolah-sekolah lain pada semua jenjang. Maka dirancanglah kegiatan untuk melakukan beberapa workshop. Saya dengan beberapa kawan yang pernah saya racuni dengan linux sebelumnya, berupaya untuk memberikan pendidikan dan pelatihan tentang linux tidak hanya kepada guru-guru tetapi juga kepada siswa/siswi pada sekolah yang kami datangi.

Saat memberikan workshop di sekolah-sekolah.

Guru dan siswa/i mengikuti workshop BlankOn Linux.

Beberapa SMP dan SMA sudah kami datangi, kesadaran mereka untuk bangkit mulai terlihat, respon secara langsung maupun melalui email kami dapatkan. Anak bangsa yang tumbuh, harus diselamatkan. Ini untuk masa depan kita, biar bangsa kita lebih maju atau sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya yang telah jauh meninggalkan kita.

Jalan menuju kebangkitan dengan meninggalkan software bajakan, harus terus dilakukan. Bangsa Indonesia harus bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan tidak bergantung kepada orang lain. Katakan “BISA!” dengan jari terkepal. Tunjukan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang agung, yang menghargai jerih payah, yang menghargai hak cipta.

14 responses to this post.

  1. Numpang pertamaaxxx mas,,,,setujuu..mulai dari hal kecil, gunakan aplikasi open source…😀

    Reply

  2. terima kasih dah berkunjung🙂

    Reply

  3. Posted by Delia on May 30, 2010 at 10:12 am

    Hebat ya mengenai program Linux ini..sampai skgr lia masih belum ngerti (krn malas belajar wkekekeke )Setuju…membajak itu yang bagus cuma membajak sawah.. yang lainnya jangan sampai lah dibuat…Kita Bisa ^_^

    Reply

  4. makacih delia, sepanjang masih pakai software yang original, gak masalah kok :)bajak sawah, punya padi, terus digiling jadilah beras. terus makang…makang…

    Reply

  5. >piracy is a crime!!!harus diberantas…semoga menang dalam kontesnya yah..🙂

    Reply

  6. >piracy is a crime……terima kasih atas doanya ya

    Reply

  7. >Salam persahabatan dari Blogger Borneo yang merupakan peserta Ma Chung Blog Competition 2010. Wah, jadi berangkat ke Ma Chung nih. Keep spirit for blogging bro…

    Reply

  8. >pantas saja mas ini menang, "dalem" mas artikelnya😀, untuk salam kenal dari blogger bandung

    Reply

  9. >woo, ini to artikel yang menang,,menginspirasi saya untuk pake linux juga tapi buat laptop adik aja deh soalnya laptop saya pake softwarenya legal kok krn jatah dr kantor😀

    Reply

  10. >hahaha… SAPE dah pada pake LINUX ya pak…? hahahahaha….Backtreck aja heheheheehehehe… buat nghekTiwa'u ba Linux ….Windows ntene mpa hehehehe…artikelnya bagus, pi q kurang setuju mengena bajak membajak karna, tanpa OS dan software tersebut aku g' mungkin bisa mengenal komputer.

    Reply

  11. >hahaha… SAPE dah pada pake LINUX ya pak…? hahahahaha….Backtreck aja heheheheehehehe… buat nghekTiwa'u ba Linux ….Windows ntene mpa hehehehe…artikelnya bagus, pi q kurang setuju mengena bajak membajak karna, tanpa OS dan software tersebut aku g' mungkin bisa mengenal komputer.

    Reply

  12. >smkn 1 bima = linux. Harusnya yang anda katakan : tanpa OS windows dan Softwarenya saya tidak mengenal perangkat lunak. Bukan tidak mengenal komputer. komputer tidak sama dengan sistim operasi

    Reply

  13. >Wow sangat menginspirasi ^^Di kantor saya sudah menggunakan linux dan saya baru menggunkan linux di kantor saya, ternyata tidak sulit kurang lebih sama dengan pengoperasian windows ^^Setuju junjung tinggi anti-piracy!! *walaupun sistem operasi di netbook blm ori hahaha… but hopefully in short time dapat diganti jadi ori ^^btw congrats!! for winning Ma Chung blog competition 2010 ^^ you deserve to win, the article so inspiring!! congrats!! ^^

    Reply

  14. >Nice Blogs…Ayo rekan-rekan gabung di Sang Juara Peringkat Weblogs Indonesia, mari bergabung bersama rekan lainnya dengan cara mengetahui statistik pengunjung dan average indeks web anda untuk mengetahui perkembangan web/blogs anda secara real time dan akurat…ditunggu ya….salam hangat, admin…http://ranking.bumikupijak.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: