>paradoX

>

Ini Kisah Nyata (True Story)
Pada suatu ketika, pada waktu, yang meliputi jam, tanggal, bulan dan tahun yang tidak saya ingat. Seorang teman datang pada saya dengan wajah lesu. Teman yang memiliki bisnis sewa menyewa organ tunggal untuk kegitan pesta pernikahan itu, datang menceritakan sesuatu yang akan saya ceritakan kembali di sini.

Dia, datang dengan sebuah pertanyaan “Lan, bisa gak DVD lagu yang saya produksi, di protek biar gak bisa di copy oleh orang???”. Oh, ya saya ceritakan kepada anda, bahwa selain sewa menyewa organ tunggal, dia juga membuat album video klip lagu-lagu dengan artis lokal bima untuk dipasarkan.
“tidak bisa dan saya tidak tahu ilmunya”, begitu jawaban saya, dan saya sendiri ragu dengan kebenaran jawaban saya.
Saya tidak tahu persis apakah sebuah cd/dvd yang diproduksi bisa di kunci, sehingga tidak akan bisa di perbanyak oleh orang lain, dan hanya si pemilik saja yang berhak melakukan itu. Googling?, pada waktu itu Saya dan dia tidak pada posisi berhadapan dengan komputer dan internet.
Dia, teman saya itu, sangat kecewa, sangat marah, kalau bisa ingin sekali memukul, karena banyak sekali hasil karyanya digandakan oleh orang lain dan dijual kembali tidak atas nama produksinya sebagai pemilik yang sah dari video klip tersebut. Bisa dipastikan banyak sekali kerugian yang dideritanya.

Perasaan sakit, kecewa, marah dan perasaan-perasaan lainnya, akan dirasakan oleh para kreatif yang mencipta atau menghasilkan karya, tetapi kemudian hasil karya tersebut dengan seenaknya diambil dan digunakan kemudian dan orang lain mengambil keuntungan untuk sesuatu yang bukan haknya. Tidak terkecuali teman saya.
Pada titik ini saya memahami perasaannya.
Kemudian Saya jelaskan kepada dia.
“Bang, abang tidak bisa marah, geram dan kecewa seperti itu. Abang menghasilkan video klip tersebut juga dengan software bajakan yang telah dicopy dan diinstall pada komputer yang abang gunakan untuk editing. Begitulah yang mungkin dirasakan oleh pembuat software yang telah meras otak, tenaga untuk menghasilkan software yang abang gunakan sekarang”.
Dia terdiam, dan saya melanjutkan.
“relakan saja, karena kita tidak bisa berbuat apa-apa dan mau marah kepada siapa?”.
Lama tidak terdengar kabarnya, kemudian saya mencari tahu bisnis pembuatan video clip teman saya itu, ternyata dia sudah bangkrut, karena menderita kerugian dan tidak bisa membendung penggandaan secara masal oleh orang lain klip DVD musik yang dia produksi.
Pada posisi sebagai pengguna, bahkan banyak yang saya baca mereka dengan bangganya meneriakkan “saya membajak software, anda mau apa??”. Terdengar sangat arogan dan memalukan. Untuk apa sesuatu yang sudah salah kita banggakan? mending diam dan tidak usah berkata-kata karena kita menggunakan software ilegal, dan itu lebih terhormat.
Gunakan saja, dan tidak usah berkoar!!, itu sangat terhormat.
Jika suatu waktu anda, memiliki hasil karya, coba anda renungi, hasil karya tersebut apakah dihasilkan dari sesuatu yang benar?. Satu contoh, Jika anda mahasiswa, menulis karya ilmiah atau skripsi atau tesis dan disertasi, pastikan dulu, apakah software yang digunakan untuk menghasilkan karya tersbut legal??. Jika tidak, anda sebenarnya tidak berhak marah dan harusnya tidak usah berbuat apa-apa saat hasil karya anda tersebut disalin dan digunakan oleh orang lain. Karena Andapun telah melakukannya!!
Tetapi jika semuanya dihasilkan oleh software legal, tetapi dibajak oleh orang, tinggal anda menyanyikan sepotong lirik lagu dari (Alm) Meggy Z.
Sungguh teganya dirimu…teganya…..teganya……teganya……
sumber gambar di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: