>BlanKonf #2, Jempol Untuk Panitia

>

Konferensi Blankon Linux yang kedua (BlanKonf #2) telah berakhir, tetapi saya baru sempat menulis saat ini. Tentu banyak ulasan yang ditulis oleh teman2, baik yang berkecimpung langsung sebagai pembicara atau panitia, bahkan mungkin juga oleh para peserta.
Saya ingin menulis tentang sisi lain dari BlanKonf, atau acara2 lain yang sejenis yang melibatkan banyak orang. Saya ingin membidik tentang cara kerja panitianya, yang menurut saya merupakan sisi yang sangat penting, sisi yang jarang diulas, padahal dari merekalah semua kegiatan yang telah direncanakan bisa terlaksana sehingga acara besar seperti BlanKonf bisa berlangsung dengan sukses.
Sejak acara Indonesia Linux Conference (ILC) yang dilaksanakan di Pantai Kuta, Bali tahun 2008, saya sudah terkagum-kagum dengan tata kerja panitia. Berikutnya, BlanKonf #1 yang diselenggarakan di Kota Bogor. Dalam pandangan saya, untuk merancang acara yang begitu besar, tentu perlu manajemen yang sangat bagus dengan merangkum personil-personil dalam satu kesatuan, sehingga mereka mau untuk bekerja dan meluangkan waktu demi terselenggaranya acara tersebut dengan baik.

Memilih lokasi untuk kegiatan, mengumpulkan dana dari berbagai donatur, mencari tempat penginapan untuk pemateri dan panitia, juga termasuk transportasi merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan keuletan.

Wawancara tidak resmi saya lakukan terhadap seorang panitia, pada suatu malam, saat kongkow di beranda kamar hotel ketika di atas langit sana tidak terlihat bintang. Panitia berjenis kelamin cewek, menceritakan tentang perburuannya mencari hotel dengan kriteria tertentu dan bisa menampung semua anggota BlankOn yang datang dari berbagai daerah.
Saya kagum!!. Banyak yang menyebabkan saya memiliki rasa seperti itu. Saya memang belum pernah terlibat dalam urusan kepanitian untuk pekerjaan diluar kedinasan atau diluar pekerjaan saya sebagai oemar bakri.
Selama ini, keterlibatan saya pada kepanitiaan yang bersifat birokrasi dimana anggaran untuk kegiatan sudah disediakan oleh pemerintah, jadi tidak perlu repot-repot lagi mencari sponsor dan pontang-panting ke berbagai donatur. Jadi yang saya atur cuma hal-hal bagaimana mengatur uang yang telah ada, dan mengatur bagaimana agar acara bisa berlangsung dengan tertib dan lancar.
Seandainya saya tinggal di Indonesia bagian Jawa, saya ingin sekali terlibat di dalam kepanitiaan. Ingin merasakan bagaimana suka duka dalam mewujudkan mimpi.
Jauh di dalam hati, saya ingin melakukan hal-hal diluar kebiasaan. Bekerja di luar suasana birokrasi. Membuat acara besar dengan melibatkan berbagai pihak dan mengundang pemateri dari luar. Salah satu yang membuat saya tidak berani melakukannya adalah karena daerah saya adalah Indonesia bagian luar, dimana industri tidak ada dengan segala keterbatasan yang komplit, yang pada muara akhirnya akan muncul pertanyaan : “dana dari mana???”.
Tetapi suatu saat saya harus melakukannya, mungkin ada sesuatu yang tersembunyi, yang apabila saya berusaha menggalinya, sesuatu yang tersembunyi tersebut akan muncul. Saya memang belum mengeksplorasi segala sumber daya, karena semuanya masih tersimpan di dalam otak.
Saat ini saya masih berjuang, mematahkan segala pikiran buruk, sehingga saya tidak bisa maju karena terus memikirkannya. Saya harus merdeka, dengan mewujudkan ide gila yang belum terpikirkan.
Terima kasih untuk Panitia BlanKonf #2, acara berlangsung dengan bagus.Saya mengagumi cara kerja dan segala usahanya untuk membuat BlanKonf dapat terwujud.

6 responses to this post.

  1. >Emang mantap tuh panitia, bekerja keras tanpa mengharapkan imbalan apapun…

    Reply

  2. >wow.. itu foto depan kampus Ubaya ya, hihiih, di surabaya donk, jadi panitia itu repot lo.. selain repot, kalo ada apa apa besar tanggung jawabnya, tapi menyenangkan juga, soalnya aku pernah tau, bukan pernah mencoba, salam kenal mas🙂

    Reply

  3. >semoga suatu saat nanti bisa tercapai ya keinginannya menjadi panitia🙂

    Reply

  4. >@ rottyu : wah sayang cak lae gak datang@ Nyun-nyun : iya ini di kampus ubaya, kayaknya menjadi panitia memang repot, tapi kalau dah selesai kerja puas..puas… :)@puisi cinta : mudah2an bisa menjadi panitia diluar birokrasi😀

    Reply

  5. >wuaaaaaahhh,, event seperti itu emang pantas untuk diperjuangkan bang :Dapalagi kalo bisa datangkan pemateri yang luar biasa berkompeten dari berbagai daerah, berbagi ilmu dan pengalaman, rasanya semua jerih payah terbayar lunas, malah dapet bonus… ^_^

    Reply

  6. >thanks manis, kapan lagi ya kita bisa kumpul, bercerita dan bercanda. Tentu tanpa membahas masalah coding dengan Somat😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: