>Lho Kok Bisa…?????

>

Pagi itu, tanggal 30 September 2010, 30 menit sebelum acara kegiatan Road Show Free and Open Source Software (FOSS), Saya bersama salah satu anggota Kaipang Linux NTB, Pak Ajoeh, berencana menjemput Pak Widjaja B. Mulya, salah seorang narasumber yang mewakili AOSI, di tempat beliau menginap yaitu di Hotel Mataram.
Setelah tiba di hotel, saya bergegas menuju kamar Pak Widjaja, sedangkan Pak Ajoeh menunggu di mobil. Tiba-tiba HandPhone saya berdering. Nama Pak Haji Hakam, tertera pada layar HP saya.
Di seberang sana, Pak Hakam menanyakan nama-nama pemateri dari Kaipang Linux NTB yang akan mengisi acara FOSS di Dinas Dikpora Provinsi NTB. Lebih dan kurang percakapan seperti di bawah ini :
Haji Hakam : “Hallo Pak Olan, saya minta nama-nama pembicara untuk mengisi acara nanti!”
Saya : “saya sendiri Pak”
H.H : “Pak Olan dari instansi mana??”
S : “dari SMKN 1 Bima, Kabupaten Bima”
H.H : “Lho….??? (dengan nada heran). Terus siapa lagi???”
O : “Pak Farhan Perdana dari Dinas Koperasi Kabupaten Dompu”
H.H : “Lho…??? (masih dengan nada heran), yang ketiga siapa??”
O : “Yanuar Arafat, dari Kantor Pajak Kabupaten Sumbawa”
H.H : ” Lho Kok bisa???….(tambah heran)”

Setelah menjemput Pak Widjaja, kami bertiga menuju kantor Dikpora. Perjalanan yang ditempuh hanya 15 menit.
Sampai di kantor, kami menuju lantai 3 untuk menemui panitia lokal. Tiba di pintu masuk ruangan, kami disambut oleh salah seorang staf yang bernama Pak Supandri. Dengan sopan beliau mempersilahkan kami masuk dan duduk. Di sofa itu, kami berlima.
Basa-basi perkenalan dimulai :
Supandri : (melirik Pak Ajoeh) “Bapak dari mana?”,
Ajoeh : “Dari Mataram Pak”
S : “ohhh…Terus Kerja di mana?”
A : ” Swasta Pak”
S : (bercanda) ” Nah, inilah kelemahan orang Indonesia, tidak mau berterus terang”
A :(senyam…senyum..) “Nanti Bapak kaget”
S :(bercanda) “sudah terus terang saja, Bapak Kerja di mana?”
A : “Di Newmont Pak”
S : (terkaget dengan mata melotot) “haa…Lho Kok bisa…????
Saya tertawa melihat reaksi Pak Supandri, kemudian Pak AJoeh jelaskan, kalau Kaipang Linux NTB, memiliki anggota dari berbagai macam profesi. Ada yang Operator Warnet, Mahasiswa, Pelajar, Guru/PNS, dll.
Setelah dialog panjang lebar, lama-lama mereka paham tentang KOmunitas Linux di NTB.
Reaksi dari kalimat “Lho..Kok Bisa”, merupakan luapan rasa heran, dari pejabat-pejabat itu tentang keberadaan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang dikomandani oleh Amrin Zulkarnain atau yang biasa dipanggil Pak Ketupang.
KPLI NTB atau biasa diplesetkan Kaipang Linux NTB, adalah sekumpulan orang-orang aneh di NTB yang berusaha memajukan daerahnya di bidang IT, khususnya membumikan FOSS di NTB.
Suatu saat nanti, saya yakin, tidak ada lagi kalimat “lhoo….kok bisa????”

One response to this post.

  1. >ANJRIT! KOK BISA?!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: