>Sumiati Pulanglah, Mari Kita Kitari Lembah Sawah!

>

Cerita miris tentang TKW sering saya dengar, saya baca. Diskusi dengan teman-teman, banyak yang tidak setuju dengan kepergian para wanita untuk mencari nafkah di luar negeri. Ada banyak yang menjadi titik tolak ketidaksetujuan mereka tentang masalah ini. Tetapi teman diskusi saya itu kebanyakan adalah orang-orang yang sudah mapan dibidang pekerjaan yang mereka geluti.
Ketika berbicara dari sisi humanis, adalah sangat wajar apabila orang ingin hidup layak, sejauh didapatkan dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma. Para TKW yang berjuang mencari nafkah tentu mengejar salah satu sisi humanis dari manusia, Pingin Hidup Layak!.
Tetapi pilihan untuk hidup layak untuk masing-masing person sangatlah beragam. Bagi yang berpendidikan tinggi atau yang memiliki keterampilan (skill) akan memiliki banyak pilihan pekerjaan. Cobalah saat ini, kita menjadi orang lain dan berbeda dengan kondisi sosial kita sekarang. Cobalah menjadi Sumiati, atau para TKW lain yang saat ini berjuang untuk memerdekakan keluarga mereka dari kemiskinan. Pengorbanan mereka ketika jauh dari keluarga dangan satu cita-cita dan tentunya juga dengan doa untuk dapat dibebaskan dari belenggu kemiskinan.
Ketika mereka diberi pilihan hidup, jadi TKW..atau jadi TKW…atau jadi TKW atau kondisi keluarga tetap miskin. Mereka tidak memiliki keahlian lebih, hanya mengandalkan kemampuan untuk mengurus anak, mencuci, seterika dan segala pekerjaan rumah tangga lainnya, yang didapatkan dari naluri alamiah semata. Lalu pekerjaan apa yang cocok buat mereka?? Ya, menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Ketika Sumiati berangkat meninggalkan tanah air untuk menjadi TKW, segala pengharapan ada di dalam pikirannya, begitu juga pikiran dari orang tua, saudara-saudaranya, yang mungkin saja pada saat ini memiliki cita-cita yang wajar. Cita-cita seperti yang dimiliki oleh orang-orang normal pada umumnya. Plaster rumah yang masih terlihat bata merah, membeli sawah, dan lain sebagainya.
Kenyataan sangatlah pahit, Sumiati yang saya lihat fotonya di televisi secara sekilas, sebelum berangkat adalah wanita hitam manis dengan muka bundar dan tubuh yang bagus, telah menjadi seperti mayat hidup, dengan muka dan badan tidak beraturan akibat disiksa oleh Arab bahlul, sialan dan kurang ajar itu.
Sumpah serapah dan caci maki, tanpa sadar keluar di bibir saya ketika menyaksikan tayangan di televisi tentang kondisi Sumiati yang sangat mengenaskan. Siapapun pasti akan merasa geram dan marah jika melihat hal seperti itu. Saya merasa sangat terenyuh, sedih dan pingin menumpahkan emosi dan bogem mentah seandainya berhadapan dengan Dajjal dari Arab itu.
Moga cepat sembuh!. Cepatlah pulang. Di sini kan sama juga tandus seperti di Arab sana dan tetanggamu di sini pastilah orang yang sangat ramah dan saling menghormati. Pulanglah dan kembalilah bermimpi, bersama-sama naik benhur, berjalan di pematang sawah, memetik jagung, kegiatan yang pasti tidak bisa kamu lakukan di perantauan sana.
Hidup tenang, tentram dan damai di kampung…

3 responses to this post.

  1. >Waaaaahh blog keren nih semoga tambah sukses kedepannya gan. mari kita wujudkan NTB yang hijau sehijau blognya saudara. salam kenal dari bloger lombok utara. Silahkan jika berkenan untuk sekedar menyapa di blog kami, di tunggu kunjungan baliknya ke http://7og4nk.blogspot.com

    Reply

  2. >gak biasanya nulis yg sedih2. Aaassliii coy… jadi ikutan sedih.kasus sosok sumiati sesungguhnya puncak gunung es. Sumiati2 lain masih ada di sekitar kita dan di belahan dunia lain yg dirundung nestapa.

    Reply

  3. >@ lombokguide, terima kasih dan salam kenal, saya akan kunjungi balik.@ gaelby, saya meneteskan air mata ketika melihat sumiati di tv.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: