>Kepala Sekolah

>

Kemarin, beberapa waktu yang lalu, di dunia pendidikan di daerah saya, disibukkan tentang adanya seleksi calon kepala sekolah (cakep). Para guru yang memenuhi persyaratan ramai-ramai mendaftar. Dengan terbukanya kesempatan untuk menjadi Kepala Sekolah, tidak hanya guru senior yang berusaha untuk mendapatkan jabatan tertinggi di dunia pendidikan, tetapi juga para guru yunior pun berusaha untuk meraihnya.

Menjadi Kepala Sekolah merupakan posisi idaman beberapa guru, bahkan ada yang terobesi untuk mendapatkannya. Berbagai macam cara dilakukan untuk meraih jabatan ini. Berdasarkan hasil survey yang saya lakukan cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan jabatan kepala sekolah adalah :

Cara 1
Mendukung pasangan tertentu dalam pemilihan kepala daerah.

Cara 2
Dengan menyetor uang dengan jumlah tertentu kepada orang tertentu.

Pertanyaanya adalah, “untuk apa tes cakep dilakukan?”. Tes cakep merupakan gateway, merupakan salah satu syarat. Jadi, setelah lulus tes cakep belum tentu anda akan diangkat menjadi kepala sekolah jika tidak melakukan cara 1 dan 2, seperti yang saya tulis di atas.

Saya ceritakan, Ada seorang guru senior, 4 tahun yang lalu beliau mengikuti tes cakep dan mendapat peringkat pertama, tetapi sampai hari ini belum diangkat menjadi kepala sekolah, sedangkan cakep dengan peringkat nomor sepatu, sudah ada yang menjadi kepala sekolah.
Analisa bego saya. Beliau mungkin tidak melakukan cara 1 atau cara 2. Atau mungkin saja beliau telah melakukannya, tetapi tidak maksimal.

Ada hal absurd yang saya nilai, dari tes cakep yang sudah berjalan. Penilaian ini bisa saya lakukan karena saya sudah berada di dalam lingkaran lingkungan pendidikan.

Tes cakep dilakukan tidak benar-benar berdasarkan kebutuhan sekolah. Seharusnya, tes cakep dilakukan jika pemda sudah melakukan analisa berdasarkan kebutuhan seperti :
1. Kepala sekolah yang akan pensiun,
2. Adanya sekolah baru yang membutuhkan kepala sekolah,
3. Adanya kepala sekolah yang sudah menjabat selama dua periode.
4. Atau hal di luar kriteria di atas, seperti Kematian Kepala sekolah atau kepala sekolah terlibat dalam permasalahan hukum.

Jika hal di atas sudah dianalisa, maka pemda kemudian membuka keran untuk pencalonan kepala sekolah baru tersebut. Skenarionya begini: Setelah dilakukan analisa seperti saran saya di atas, pemda mendapatkan kesimpulan bahwa dibutuhkan misalnya tiga orang kepala sekolah baru. Kemudian diumumkan kepada khayalak. Nah bagi guru-guru yang berminat dipersilahkan untuk mendaftarkan diri.
Setelah dilakukan pengetesan, person yang diangkat menjadi kepala sekolah adalah yang mendapat peringkat 1 sampai 3.

Dengan cara seperti ini, maka pendidikan insya allah bisa maju, maka keadilan akan terpenuhi, tetapi dengan catatan bahwa yang dipakai untuk mengangkat kepala sekolah adalah benar-benar berdasarkan hasil tes calon kepala sekolah, bukan dengan tambahan embel-embel cara 1 atau cara 2.

Pendidikan di Bima, sudah berada di titik nadir. terseret ke arus politik yang sangat kuat. Entah sampai kapan ini berlangsung, saya yang berada di dalam sudah sangat lelah menontonnya, sebuah pertunjukkan yang tidak menarik. Saya sangat berharap pendidikan ditarik kembali untuk dikelola oleh pusat.

Kepala sekolah sebagai orang yang seharusnya menjadi manager dalam pengelolaan pendidikan di sekolah, sudah sangat jauh dari jalan yang semestinya dilakukan. Mereka sibuk mempertahankan kekuasaan.

Ada beberapa Kepala sekolah yang sangat baik yang saya kenal, dan mereka bekerja dengan baik, berniat dengan tulus untuk memajukan sekolah yang dipimpinnya, tetapi itu presentasinya sangat kecil. Kebanyakannya adalah robot-robot yang bergerak tanpa jiwa.

Dan saya ingin muntah, setiap kali memperhatikannya.

3 responses to this post.

  1. >itulah dunia pendidikan kita sekarang. kita hanya sebagai pemerang pembantu di dalamnya dan tdk bisa berbuat apa2, coz semuanya sudah di atur ma sutradara. kpn kah kita menjadi sutradara yg bisa mengembalikan dunia pendidikan itu pd posisi yg sebenarnya???

    Reply

  2. >cara 1 dan 2 sama-sama kotor.slankers sejati tak akan mau melakukan cara itu.hehehe…salam kenal

    Reply

  3. >pns kan urusan dunia, termasuk juga dengan pengangkatan kepseknya, itu sebabnya insan yang terlibat didalamnya semata-mata mengejar dunia, karena jabatan dan tahta itu fana dan akan hilang sampai saat kita menutup mata. sebaiknya kilas baliklah, sudah berapa besar pengabdian kita dalam mengemban tugas dan kewajiban kita pada negara, pantaskah kita digaji 4 juta, sementara jam mengajar kita hanya 2 hari dalam seminggu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: