>Pegawai Negeri Sipil

>

Di daerah saya, di Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan pilihan pekerjaan favorit dan malah cenderung di agungkan. Banyak alasan yang melatar belakangi mengapa pekerjaan itu menjadi pilihan utama masyarakat Bima.
Yang paling mendasar adalah, karena ketiadaan lapangan pekerjaan lain selain menjadi PNS. Di sini tidak ada industri (perusahaan atau pabrik) yang tersedia. Kalaupun ada, karyawan yang dibutuhkan untuk bekerja di perusahaan tersebut sangatlah sedikit.

Alasan lain, masyarakat Bima sudah terlanjur terpatri dalam benaknya tentang masa depan dan masa tua PNS dengan jaminan yang diberikan oleh pemerintah. Jika kita berdebat dengan para tetua, mereka akan mengatakan seperti ini : “memang, gaji di swasta itu tinggi, tetapi mereka bekerja sesuai dengan jam kerja yang ditentukan dan kalau sudah tua, tidak ada jaminan untuk hari tua”.

Alasan berikutnya, karena PNS itu adalah pekerjaan yang sangat terhormat di mata masyarakat. Entah siapa yang memulai berpikiran seperti ini, mungkin ini merupakan warisan kolonial yang masih dibawa sampai pada zaman modern seperti sekarang ini. Pikiran yang sangat tidak sepenuhnya benar, tetapi kenyataan itu yang berlaku di masyarakat.
Jadi, sekaya-kayanya orang Bima yang bekerja di sektor swasta, masih dianggap biasa oleh masyarakat. Pandang akan sangat jauh berbeda jika seorang PNS memiliki banyak harta, akan lebih dihormati dan dihargai oleh masyarakat.

Jika anda cowok dan masih bujang, tidak bekerja atau telah bekerja tetapi di swasta, kemudian memiliki pacar seorang PNS. Maka berhati-hatilah, karena jika anda ngapelin pacar di rumahnya dan berkenalan dengan orang tua do’i, pertanyaan yang akan dilontarkan biasanya “tabe tugas kai?” yang saya translate menggunakan google translate berarti “Anda bertugas di mana?”. Nah lho..pertanyaan itu sebenarnya berarti “Anda PNS di mana?”.
Itu masih halus, kadang ada orang tua yang langsung berkata, “tunggu kamu diangkat baru bisa menikah dengan anak saya”. Bahkan ucapan itu juga acap kali dilontarkan oleh mereka yang telah PNS dan memiliki pacar bukan PNS. Diangkat di sini mengandung pengertian yaitu berubah status menjadi PNS.

Karena begitu diagungkan masyarakat, terkadang status ini membuat orang-orang yang telah menyandangnya menjadi congkak dan sombong. Mereka menganggap orang lain menjadi tidak berharga
Ephoria biasanya dirasakan ketika pengumuman kelulusan ditempelkan, atau ketika mereka telah selesai melaksanakan Pra Jabatan.
Padahal, kalau anda periksa dompet mereka, uang yang ada tidak lebih dari 50 Ribu rupiah saja, itu saja sudah sangat mewah…..Jadi apa yang sebarnya yang bisa disombongkan?

Saya menilai mereka, PNS yang sombong itu adalah orang-orang kampung yang punya masa lalu tidak bahagia dan tidak pernah dihargai oleh orang keberadaannya. Makanya ketika mereka menjadi PNS mereka “ngelunjak”.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dibanggakan ketika menjadi Pegawai Negeri Sipil. Untuk masalah kehidupan sehari-hari, mereka lebih banyak hidup dari hutang. Setelah memiliki Surat Keputusan (SK) Pengangkatan menjadi PNS, hampir 99,99% telah menggadaikan SK-nya tersebut di Bank!. Hasil hutang biasanya untuk membeli motor, membeli tanah tempat tinggal atau membangun rumah, Untuk biaya menikah dan segala keperluan lainnya.

Buruknya, setelah menggadai, biasanya prestasi kerja menurun, sering datang telat, acuh sama pekerjaan, karena uang gaji telah di potong untuk melunasi hutang, jadi mereka menganggap, tidak ada gunanya juga bekerja maksimal karena uang gaji juga sudah tidak maksimal. Salah siapa sebenarnya ya?. Jadi Seperti inilah salah satu mental PNS yang dibangga-banggakan itu.
Seperti itulah keadaan di daerah saya. Banyak PNS yang baik, tetapi lebih banyak yang tidak baik. Saya ceritakan kepada anda agar bisa menjadi paham. Sekaligus kritisi kepada diri saya agar tidak menjadi seperti mereka, dan tetap bekerja maksimal meskipun gaji sudah di potong.

sumber gambar di sini

5 responses to this post.

  1. >Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di web blog saya http://www.when-who-what.com

    Reply

  2. >thanks dah berkunjung, bro!

    Reply

  3. >tak cuma di ntb pak, di solo dan sekitarnya juga.pikiranya masih feodal, kuno, pns segalanya.T.T calon mertua juga gitu… pns minded.pasal 34 meluas

    Reply

  4. Baru baca blog bapak, seru juga…Saya sekarang sedang nungguin PNS…Weeew…Semoga saja, jadi PNS trus bisa jadi Pengusaha nyambi PNS, hehe ^^"

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: