Naik Kereta Api, Tut…Tut….Tut..

Sudah sangat lama saya tidak menyentuh lagi moda transportasi jenis ini. Perjalanan ke luar daerah kebanyakan saya lakukan menggunakan pesawat. Pada hari ini, bisa disebut menjadi semacam reuni buat saya untuk mencicipi lagi nikmatnya menumpang kereta api.
Pengalaman pertama kali naik kereta api sekitar tahun 2008-2009, setamat saya kuliah di Akademi Pelayaran di Kota Semarang. Tentu saja saya penasaran berat, karena di kampung saya tidak ada transportasi seperti ini. Tujuan naik kereta waktu itu adalah ke Kota Jakarta. Saya mengambil Strata Satu untuk bidang yang akan saya geluti di Jakarta.

Kereta Ekonomi merupakan kereta pertama yang saya coba naiki. Pengalaman buruk luar biasa saya terima pada waktu itu. Kenyamanan jelas tidak ada dalam kamus pada Kereta Kelas Ekonomi. Betapa tidak, serbuan pedagang asongan terlihat sejak pertama duduk di dalam gerbong, sampai ke tujuan. Itu belum seberapa, lemparan-lemparan batu dari penduduk kampung (entah apa maksudnya) sampai menghancurkan kaca kereta. Semua penumpang panik dan saya terpaksa tidur di bawah bangku kereta untuk menghindari batu yang masuk ke dalam gerbong.
Kapok?, ternyata tidak. Sebulan kemudian saya kembali lagi ke Semarang dan Kereta Api Kelas ekonomi tetap menjadi pilihan. Naik dari Stasion Pasar Senin sekitar pukul 19.00 WIB. Seperti biasa, pedagang asongan, Pengemis dan Pengamen bergantian datang menghampiri. Menghapus mimpi dan hayalan saya juga penumpang-penumpang lainnya.
Saya sangat menikmati perjalanan pada saat itu, bercampur baur dengan Rakyat Indonesia yang sebenarnya.


Untuk mengabadikan peristiwa di atas kereta, saya menulisnya dalam bentuk puisi

WAJAH INDONESIA

Pagi datang terburu-buru
Dan kereta melaju perlahan
Besi dengan besi, lalu menggemuruh
Disini kutinggalkan kau!

Pengasong datang menjumpai mimpi
Tuk putus asa, walau uang hanya sekeping

Inilah wajah Indonesia
Temuilah di kereta-kereta ekonomi, di bus-bus yang pengap
Begitu berjejal mereka
Mencampuradukkan keringat harapan

Di atas kereta kutemui wajah mereka itu
Setelah melewati rumah-rumah kumuh
Sungai-sungai yang terpolusi oleh sampah
Sesungguhnya, inilah Indonesia!

Di atas kereta, di kursi 14 D
Kuhisap rokokku dalam-dalam
Aku juga orang Indonesia itu!

Kemudian tanggal 4 Juni 2011 kemarin, Saya sudah berniat untuk mencoba lagi naik kereta api. Dari Mataram menuju Surabaya menumpang Pesawat Lion Air yang terjadwal sore hari. Surabaya merupakan tempat yang cocok untuk memulai perjalanan dengan Kereta Api. Setelah mendapatkan tiket, saya menuju Jakarta dari Stasion Pasar Turi, pada senja hari menggunakan Kereta Sembrani, dengan harga tiket Untuk Kelas Eksekutif sebesar Rp. 325.000

Tiba di Stasiun waktu masih menunjukkan pukul 17.30 WIB. Setelah cek in ke dalam ruang tunggu, saya lalu berjalan-jalan di seputaran stasiun. Saya menilai dalam kebersihan, ketersediaan kursi tunggu, ketersediaan wc dan tempat ibadah sudah bagus dan mencukupi.
Kereta berangkat tepat waktu. Saya ditempatkan pada gerbong nomor 7 dan kursi nomor 7B yang nyaman dan empuk, memanjakan saya untuk menikmati perjalalan ini.
Namun sedikit kekecewaan yang saya alami. Kebetulan perut lagi kebelet. Bangun dari kursi menuju Kamar Kecil. Ternyata pada gerbong yang saya naiki, air untuk kamar kecil sudah habis (atau memang tidak diisi??). Saya terpaksa buang hajat ke gerbong lainnya. Mudah-mudahan hal remeh dan sepele ini tidak terjadi lagi, dan ke depannya Kereta Api benar-benar menjadi sarana transportasi andal yang sangat menyenangkan. Bisa kan??

sumber gambar di sini

4 responses to this post.

  1. Saya belum pernah naik yg eksekutif, naik ekonomi dan bisnis sudah beberapa kali. Paling menderita itu di kelas ekonomi, sungguh…

    Reply

  2. saya kira pemerintah sudah berupaya utk terus membenahi sistem transportasi kita. masyarakat juga sudah berupaya utk tertib. hanya segelintir orang saja di indonesia ini yg bikin transportasi kita jadi buruk; mungkin pembuat kebijakan, mungkin mereka yg tidak mau tertib.pelan-pelan sajalah dulu, asal selamat sajalah dulu…

    Reply

  3. perlu adanya perbaikan sistem transportasi di negara kita.baik kesadaran pemerintah ataupun masyarakatnya.

    Reply

  4. saya juga suka naik kereta api. naik kereta api yg paling menyenagkan adalah eksekutif gambir-Bandung dan yg paling menyengsarakan naik ekonomi Matarmaja (malang-Blitar-madiun-jakarta, rute perjalanan kereta terpanjang dan terlama di Indonesia. Ditempuh selama 19-21 jam. Sebenarnya kereta api adl angkutan massal yg paling efektif dan hemat. Sayangnyx sampai tahun 2008 saja, rel kereta api di Indonesia telah berkurang sampai 60%. Di Sumatera lebih parah lagi, dari jalur kereta yg tersedia di Sumbar, hanya satu jalur yg masih aktif, Padang-Pariaman. saya juga menulis pengalaman naik kereta api di sini; http://erikmarangga.blogspot.com/2010/05/kereta-ekonomi.html

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: