Balik Lagi Ke ClarkConnect/ClearOS

Untuk kebutuhan koneksi internet di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Sape dan Lambu, tentu diperlukan router sebagai pembagi segmen IP Address. Dari Jardiknas masing-masing ICT Center (Pusat Layanan TIK) telah diberi 6 IP Publik. Tentu menjadi tanggung jawah masing-masing ICT Center untuk membagi kelas IP tersebut menjadi IP local.
Saya pertama kali belajar mengenai routing sekitar tahun 2006. Kemudian mencoba distro linux untuk router/proxy/gateway server. ClarkConnect menjadi pilihan distro yang pertama kali dioprek. Pada masa itu tidak banyak dokumentasi yang bisa diperoleh tentang cara setting dan lain sebagainya. Kalaupun ada manualnya dalam Bahasa Indonesia sangat sedikit, biasanya saya merujuk langsung ke website resminya.
Karena ingin banyak belajar dan mencoba distro lainnya, IPCOP saya instalkan, terus mencoba untuk mempelajarinya. Beberapa bulan kemudian, saya mencoba SMOOTHWALL dan mengopreknya
Bosan dengan ClarkConnect, IPCOP dan SMOOTHWALL, saya mencoba Ubuntu Server. Tutorialnya sangat banyak beredar di internet, maklum sebagai distro papan atas, tentu banyak pengguna yang menuliskan pengalamannya menggunakan distro ini. Distro ini paling lama saya gunakan untuk server.
Ubuntu Server sangat tangguh, ratusan kali mati listrik (saya asumsikan penjumlahannya bertahun-tahun. Dalam 1 hari bisa sampai 6 kali mati listrik) tidak membuatnya KO. Malah hardware server yang terlebih dahulu rusak, sedangkan Ubuntunya masih aman-aman saja.
Penasaran dengan distro lainnya, saya mencoba IPFire, yang merupakan gabungan dari IPCop dan Smoothwall. Distro ini lumayan bagus untuk router/proxy dan gateway. Untuk pemula, saya sangat menyarakan untuk menggunakan distro ini, karena sangat mudah dalam melakukan setting. Tetapi kekurangannya, dokumentasi kebanyakan menggunakan Bahasa Jerman, meskipun ada sedikit dokumentasi dari berbagai bahasa lainnya.
Sering bergaul di milis linux, sering direkomendasikan oleh para penghuninya jika ada pertanyaan dari yang mengaku newbie tentang distro proxy/router untuk menggunakan Distro ClearOS.
Penasaran, saya mengunduh dan menginstalkannya. Untuk ukuran distro router dan proxy, file .iso ClearOS sangat tambun, sekitar 700 MB. Tetapi memang distro ini sangatlah lengkap karena fungsi-fungsi server yang lainnya sudah termasuk di dalamnya.


Perkembangannya memang sangat pesat. Saat ini bahkan sudah ada forum yang membahas secara lengkap khusus distro ini dalam Bahasa Indonesia, Silahkan merujuk ke alamat ini!, untuk mendapatkan buku panduannya, silahkan merujuk ke alamat ini!.

Saat ini saya masih dalam proses ngoprek, reuni untuk mencoba lagi ClarkConnect dalam versi baru.













2 responses to this post.

  1. Pak, olan gimana cara mengijinkan port game point blank agar tidak melewati port proxy kita di squid, sudah ta coba beberapa tutorial mengenai bypass proxy di ubuntu.gamenya belum bisa jalan2.203.89.146.54203.89.146.56203.89.146.57Port nya :TCP 39120TCP 39100TCP 39110TCP 39220TCP 49100TCP 39190UDP 40000 ~ 40009trus yang kedua, cara untuk merubah tampilan blankon 7 kebentuk classic, soalnya tampilan masih terbiasa kayak sajadah.terima kasih

    Reply

  2. penguasaan teknologi sangat mantap..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: