Anjing

Sekolah saya, belum tertata rapi seperti layaknya sekolah-sekolah pada umumnya. Lokasinya merupakan areal bekas tambak, sehingga sangat susah untuk ditanami pohon dan bunga-bunga. Masih belum cukup penderitaan itu, masih lagi ditambah dengan pola hidup masyarakat sekitar yang membiarkan ternaknya hidup bebas, sehingga jika kami menanam tanaman di halaman sekolah, harus menghadapi musuh : Kambing!.
Saya telah beberapa kali menanam Pohon, anda tau lah, kalau daerah sekitar tambak pasti keadaannya gersang. Itu yang memicu saya mencoba membuat rindang sekolah yang sudah saya dan teman2 rintis dari NOL.
Tetapi banyak faktor yang membuatnya gagal tumbuh besar. Keadaan tanah yang memiliki kandungan garam berlebih, meskipun dengan berbagai cara dan saran dari orang-orang kami ikuti, saat proses penanaman, tetap tidak membuahkan hasil. Ada juga yang tumbuh dan layak disebut pohon, tetapi itu tidak sebanding dengan wilayah sekolah yang cukup luas.
Untuk masalah kambing, paling jengkel deh, bayangkan, sudah capek-capek menanamnya, dan tumbuh besar, tetapi dalam sekejap daun yang hijau masuk ke dalam perut si kambing.
Setelah mentok dengan berbagai cara, munculah ide lain : memelihara anjing.
Setelah diusahakan oleh teman, sekolah kami berhasil memiliki 2 ekor anak anjing. Yang pertama anak anjing dengan ciri-ciri bulu warna hitam dan sedikit warna putih pada kakinya. Oleh teman saya diberi nama : Macan.
Anjing yang kedua, diambil dari rumah kosong milik penduduk beberapa hari setelah si Macan dipelihara. Anjing yang satu ini, berbadan tambun, dengan bulu warna coklat dengan tingkah yang sangat lucu. Saya memberinya nama : Doggy Style, untuk menyingkat nama panjang tersebut, cukup panggil saja Dog🙂.


ini si Doggy Style

Kenapa dinamakan Macan?. Menurut teman saya, biar galak seperti macan. Sangat simple lah, jawabannya.
Terus kenapa dinamakan Doggy Style?. Nah kalo yang ini sayalah yang wajib menjelaskannya, karena sayalah yang memberi nama. Doggy style merupakan salah satu gaya yang disukai oleh orang yang sedang kawin (Bahasa ini diperhalus, sehalus-halusnya, anda pasti tau maksudnya). Jadi diharapkan kalau sedang kawin, kita bisa mengingat si Dog ini, weleh…

ini Si Macan


Si Macan dan Dog dipelihara dengan membawa misi umum yang mulia yaitu menjaga sekolah. Tugas khususnya yaitu mengejar kambing sampai garis pagar perbatasan dan mengusir maling yang jalan2 ke sekolah. Tugas yang biasa dilakukan oleh anjing-anjing pada umumnya.

Saya tidak pernah punya pengalaman memelihara anjing, banyak faktor kenapa saya tidak pernah melakukannya, tetapi yang paling utama adalah dalam agama saya, anjing merupakan binatang yang tidak boleh disentuh. Si Macan dan Dog ini, masih sangat kecil. Saya tidak tahu persis berapa umurnya. Layaknya ajing kampung pada umumnya, ketika dilahirkan oleh induknya, ada orang yang mengambilnya untuk dijadikan hewan peliharaan. Jadi jika dirunut garis keturunannya bisa dipastikan keduanya anjing kampung. Tetapi Si Dog agak berbeda dikit. Kesimpulannya orang tua si Macan kedua-duanya anjing kampung, sedangkan orang tua si Dog sepertinya hasil selingkuhan anjing kampung dengan anjing blasteran.

…Mereka Sedang Bercanda….

Karena mereka berdua masih bayi, saya memberinya susu anak-anak yang dibeli ketengan. Per sachet harga susunya Rp. 1.500., disamping diberi nasi dan roti kalau saya sedang makan roti. Mereka sepertinya senang-senang saja. Mungkin merasa sedikit di-anjingkan oleh saya.

Akhir tulisan, semoga Si Macan dan Dog lekas besar, patuh dan berbakti kepada saya dan teman saya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: