Baku, Suatu Hari

Ketika menyebut nama Baku (tepatnya Dusun Baku Desa Sumi Kecamatan Lambu Kab. Bima NTB, kalimat yang sama pasti dilontarkan oleh semua orang, Jalanannya Parah!. Tapi bagi kami, Jalan yang rusak bukan suatu hambatan untuk menjelajah dan mengenal lebih dekat kehidupan Dusun-dusun terpencil yang berada di Kabupaten Bima.
Baku menjadi next destination setelah sebelumnya kami telah melakukan perjalanan dan menginap semalam di Pantai Nggelu.

Perjalanan ditempuh lebih kurang 2 jam, sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi jalanan yang rusak parah. Untuk menuju ke sana dari Sape menuju ke Desa Sumi, kemudian belok kanan ke arah Pantai Papa. Lanjut perjalanan menuju arah Desa Nggelu, sebelumnya sampai di desanya, akan ada pertigaan yang menuju ke Dusun Baku.
Kebanyakan penduduk Dusun Baku adalah penduduk yang berasal dari Desa Sumi dan sekitarnya. Di samping itu penduduk Dusun Baku juga berasal dari Lombok yang merupakan kaum transmigran yang sudah lama membaur dengan penduduk lokal.
Kegiatan bercocok tanam, berternak dan menangkap ikan merupakan mata pencaharian yang umum di temui di Dusun tersebut. Tanah yang luas dengan pegunungan dan hutan yang lebat serta pantai yang indah dan masih alami sangat mendukung untuk pencaharian tersebut.
Dusun Baku memang terpencil dan belum dikelola dengan baik. Sebenarnya keterpencilan Baku disebabkan karena akses jalan untuk menuju ke sana tidak ditata dengan baik. Seandainya jalanan baik, pasti akan banyak orang yang ingin menikmati indah pemandangan dan pantainya, dan efeknya??, bisa ditebak lah, ekonomi pasti akan maju dan cepat berkembang.

Pantai yang terletak di Dusun Baku, merupakan pantai yang sangat indah, sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata. Memiliki garis pantai yang panjang, serta ombak yang menantang, ciri khas ombak pantai selatan. Ah, mengapa pemerintah telat mikir untuk mengelola daerah ini. Kalau gak mampu dikelola sendiri, kan bisa mencari partner dari pihak swasta untuk mengelolanya.
Di pegunungan yang berhadapan langsung dengan laut, telah berdiri hotel atau penginapan dengan berbagai variasi bentuk dan harga. Ratusan wisatawan menikmati pantai dengan duduk di tepian dan ada juga yang berenang. Sebagian lainnya melakukan kegiatan outbound. Ama Landa, penduduk lokal, tersenyum karena produk makanan dan souvenir yang dijajakannya laris manis.
Kemiskinan tidak terlihat lagi, Baku yang gemerlap dengan lampu mercury telah menjadi tempat yang menjanjikan untuk kehidupan yang lebih baik.
ahhh..itu cuma mimpi, saya lupa ini Bima, Saya lupa ini Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: